“Korban dibawa ke RSUD,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Kepergiannya sontak mengejutkan masyarakat, mengingat ia merupakan salah satu tokoh politik lokal yang cukup dikenal di Maluku Tenggara.
Polisi Selidiki Pelaku dan Motif
Hingga kini, identitas pelaku maupun motif di balik aksi penikaman tersebut belum diketahui secara pasti. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta latar belakang kejadian.
Kasus ini pun menyita perhatian publik dan memunculkan kekhawatiran terkait situasi keamanan di daerah.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini secara tuntas guna memberikan kepastian hukum serta menjamin rasa aman di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Maluku menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara tersebut.
Ketua DPD I Golkar Maluku Umar Lessy dan Sekretaris DPD I Anos Yeremis. Dalam pernyataannya, Golkar menilai peristiwa tersebut sebagai kejadian serius yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial di daerah, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara.
Kutuk Kekerasan, Serukan Kader Tahan Diri
DPD I Golkar Maluku secara tegas mengutuk tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk penikaman yang dialami kader partai tersebut. Mereka menilai aksi tersebut sebagai perbuatan melawan hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.









