Di hadapan Raja Romawi, Abdullah mendapat tawaran untuk meninggalkan Islam dan memeluk agama Nasrani. Sebagai imbalannya, ia dijanjikan kekayaan, kedudukan tinggi, serta berbagai kemewahan dunia.
Meski dihadapkan pada tawaran yang menggiurkan, Abdullah sama sekali tidak tergoda. Ia menolak ajakan tersebut dan memilih tetap memegang teguh keimanannya kepada Allah SWT.
Tetap Teguh Meski Diancam Disiksa
Penolakan Abdullah membuat Raja Romawi murka. Sang raja kemudian memerintahkan agar Abdullah dihukum dengan cara dilemparkan ke dalam kuali berisi minyak yang mendidih.
Ketika hendak dieksekusi, Abdullah tampak menangis. Raja Romawi mengira tangisan itu muncul karena rasa takut menghadapi kematian.
Namun, jawaban Abdullah justru membuat sang raja terdiam.
Ia berkata bahwa dirinya tidak menangis karena takut mati. Yang membuatnya bersedih adalah ia hanya memiliki satu nyawa.
Andai memiliki seratus nyawa, kata Abdullah, ia rela mengorbankan semuanya satu per satu demi mempertahankan agama Allah dan berjuang di jalan-Nya.
Ucapan tersebut menunjukkan betapa kuat keyakinan Abdullah bin Hudzafah. Baginya, mempertahankan akidah jauh lebih berharga dibanding keselamatan diri.
Cium Kepala Raja Demi Bebaskan Tawanan Muslim
Keberanian Abdullah membuat Raja Romawi kagum. Meski demikian, sang raja kembali mengajukan syarat lain.










