Kisah Anak Yatim Fifandra Ardiansyah, Pinjam Ponsel Teman untuk Daftar Seleksi Paskibraka

oleh -7 Dilihat

“Saya juga berterima kasih sama ibu saya karena kalau bukan karena doa ibu saya, saya tidak akan sampai di titik ini,” ungkapnya.

Ketika Sang Merah Putih mulai berkibar di udara Nusantara, Dani merasa seolah berada di tengah mimpi. Di bawah bendera yang berkibar, ia merasa semua kerja keras dan pengorbanannya terbayar lunas.

“Saya tidak percaya bisa sampai di sini. Ini adalah hasil dari doa dan dukungan ibu saya dan saya sampai sini adalah untuk membuat bangga orang tua, meningkatkan derajat orang tua, dan tentunya mengabdi pada bangsa dan negara,” jelasnya.

Di Ibu Kota Nusantara, sejarah baru telah ditorehkan. Pengibaran Sang Merah Putih ini bukan hanya simbol kebangkitan, tetapi juga awal dari perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Para pemuda ini, dengan segala semangat dan dedikasi, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga dan penerus bangsa yang besar ini.

Di balik kesuksesan itu, Fifandra Ardiansyah Daud memiliki cerita haru saat mengikuti proses seleksi calon Paskibraka. Saat itu dirinya terpaksa meminjam ponsel temannya agar bisa ikut seleksi secara online.

Baca Juga  Bodewin Usul Sopi Dikendalikan Lewat Fabrikasi Resmi, Harganya Bisa Naik 20 Kali Lipat

Lahir dari keluarga sederhana, tak mematahkan semangatnya untuk menjadi putra perwakilan Provinsi Maluku Utara, yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Ibu Kota Nusantara (IKN).

No More Posts Available.

No more pages to load.