Menurut Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya yang diterjemahkan Umar Mujtahid, kata-kata yang diucapkan Nabi Adam AS tersebut adalah pengakuan tobat, merendahkan diri, tunduk, dan sebagai permohonan kepada Allah SWT yang sangat diperlukan.
Al-Auza’i meriwayatkan dari Hassan bin Athiyah bahwa Nabi Adam AS menangisi kesalahannya selama 70 tahun, “Adam berada di surga selama seratus tahun–riwayat lain menyebut 60 tahun–menangisi surga selama 70 tahun, menangisi kesalahannya selama 70 tahun, dan menangisi anaknya kala dibunuh selama 40 tahun.” (HR Ibnu Asakir)
Ada sejumlah pendapat terkait lamanya tobat yang dijalani Nabi Adam AS hingga akhirnya mendapat ampunan Allah SWT. Salah satu pendapat, seperti dikatakan Ibnu al-Jauzi dalam Shaid al-Khatir yang diterjemahkan Samson Rahman, Nabi Adam AS bertobat selama 300 tahun. Pendapat ini turut dipaparkan dalam buku 25 Nabi Banyak Bermukjizat Sejak Adam AS hingga Muhammad SAW susunan Utsman bin Affan.
Tobat Nabi Adam AS akhirnya diterima Allah SWT setelah ratusan tahun memohon. Menurut atsar yang dipaparkan Imam al-Ghazali dalam Mukasyafatul Qulub terjemahan Jamaluddin, Nabi Adam AS diterima tobatnya pada hari Asyura (10 Muharram). Ini juga menjadi penciptaan Nabi Adam AS.









