Pada pagi hari orang-orang Yahudi keluar dengan alat-alat perkebunannya. Ketika mereka melihat ada Rasulullah, mereka berkata, “Muhammad. Wallahi Muhammad. Wal Khamis…”
Rasulullah SAW bersabda, “Hancurlah Khaibar. Sesungguhnya kami apabila memasuki halaman suatu kaum, maka menjadi amat buruklah pagi harinya orang-orang yang diingatkan itu.”
Dalam buku Sirah Nabawiyah Riwayat Imam Al-Bukhari karya Dr. Riyadh Hasyim, dalam hadits dari Anas RA, ia mengungkapkan, “Nabi SAW melaksanakan salat Subuh di tempat dekat Khaibar dalam keadaan gelap. Lalu beliau mengucapkan, “Allahu Akbar. Hancurkan Khaibar! Sesungguhnya kami apabila memasuki halaman suatu kaum, maka menjadi sangat buruklah pagi hari orang-orang yang diberi peringatan itu.”
Rasulullah SAW dan pasukan muslim mengepung benteng-benteng Khaibar dan mengambil posisi di antara pepohonan kurma. Pagi hari pertempuran itu pecah dan jatuhlah benteng-benteng itu satu demi satu.
Namun kaum muslim kesulitan menaklukkan dua benteng lainnya, di mana kaum Yahudi telah berkumpul di dalam kedua benteng itu untuk melakukan perlawanan dan menghujami kaum muslim dengan anak panah.
Rasulullah SAW mengutus Abu Bakar memimpin sebagian kekuatan pasukan muslim, namun ia menelan kekalahan. Kemudian Rasulullah SAW mengutus Umar, namun ia kembali membawa kekalahan. Kaum Yahudi mengolok-olok kaum muslim.









