Kisah Nining Hukubun: Mantan Ketua BEM Jualan Kopi Demi Lulus Kuliah dan Kejar Mimpi

oleh -95 Dilihat
Matahari sedang terik ketika Nining Hukubun mengayuh gerobak merah bertuliskan Sekian Kopi menuju Bundaran DPRD Kota Tual, yang dikenal warga dengan sebutan Bundaran Marren.

Porostimur.com, Tual – Matahari sedang terik ketika Nining Hukubun mengayuh gerobak merah bertuliskan Sekian Kopi menuju Bundaran DPRD Kota Tual, yang dikenal warga dengan sebutan Bundaran Marren.

Gerobak itu kemudian berhenti di salah satu sudut bundaran.

Dengan cekatan, perempuan 21 tahun tersebut memarkir kendaraannya, menyiapkan gelas-gelas plastik dan berbagai perlengkapan kopi. Tak banyak basa-basi. Nining langsung bersiap melayani pelanggan yang satu per satu mulai berdatangan.

Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Tual menjadi salah satu pembeli pertama. Segelas kopi dingin berpindah dari tangan Nining ke tangan pelanggan.

Pemandangan itu mungkin terlihat biasa. Namun, di balik gerobak kopi tersebut ada cerita tentang perjuangan seorang perempuan muda yang memilih bekerja daripada menggantungkan masa depannya kepada orang lain.

Baca Juga  Umar Lessy: MBD Bukan Ujung Indonesia, tapi Beranda Indonesia yang Menghadap Dunia

Nining merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Darul Rachman Tual.

Di tengah kesibukan menyelesaikan kuliah dan tugas akhir, ia kini menjalani profesi sebagai penjual kopi.

Bagi sebagian orang, pekerjaan itu mungkin tidak mudah dijalani oleh seseorang yang pernah berada di panggung organisasi kampus.

Namun bagi Nining, tidak ada pekerjaan yang terlalu rendah selama dilakukan dengan jujur untuk mengejar cita-cita.

No More Posts Available.

No more pages to load.