Fatimah berkata: “Kami khawatir akan Anda sia-siakan.”
“Jangan takut,” kata Umar. Lalu ia bersumpah demi dewa-dewanya bahwa ia akan mengembalikannya bilamana sudah selesai membacanya. Kitab itu diberikan oleh Fatimah.
Sesudah sebagian dibacanya, ia berkata: “Sungguh indah dan mulia sekali kata-kata ini!”
Mendengar kata-kata itu Khabbab yang sejak tadi bersembunyi keluar dan katanya kepada Umar: “Umar, demi Allah saya sangat mengharapkan Allah akan memberi kehormatan kepada Anda dengan ajaran Rasul-Nya ini. Kemarin saya mendengar ia berkata: ‘Allahumma ya Allah, perkuatlah Islam dengan Abul-Hakam bin Hisyam1 atau dengan Umar bin Khattab.’ Berhati-hatilah, Umar!’”
Ketika itu Umar berkata: “Khabbab, antarkan saya kepada Muhammad. Saya akan menemuinya dan akan masuk Islam,” dijawab oleh Khabbab dengan mengatakan: “Dia dengan beberapa orang sahabatnya di sebuah rumah di Safa.”
Umar mengambil pedangnya dan pergi langsung mengetuk pintu di tempat Rasulullah dan sahabat-sahabatnya berada.
Mendengar suaranya, salah seorang di antara mereka mengintip dari celah pintu. Dilihatnya Umar yang sedang menyandang pedang.
Ia kembali ketakutan sambil berkata: “Rasulullah, Umar bin Khattab datang membawa pedang.









