Qais bin Shirmah Al-Anshari RA, sahabat Nabi Muhammad SAW, pernah pingsan saat menjalankan puasa. Peristiwa ini menjadi latar turunnya ayat Al-Quran dalam surah Al-Baqarah ayat 187.
Kisah ini mengingatkan bahwa selama berpuasa, kondisi tubuh juga penting. Allah SWT menurunkan ayat untuk memberikan panduan agar ibadah puasa bisa dilakukan dengan benar dan bijak.
Ketika puasa Ramadan belum lama diperintahkan Allah SWT, para sahabat Nabi Muhammad SAW masih belajar mengatur waktu sahur dan berbuka. Saat itu, belum ada ketentuan yang jelas kapan boleh makan dan minum, sehingga tidak jarang mereka menahan lapar dan haus lebih lama dari yang seharusnya. Hal ini dijelaskan dalam buku Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah: 1000 Kisah Penuntun Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji oleh Ahmad Rofia Usmani.
Dijelaskan pula bahwa sebagian sahabat bahkan tertidur sebelum berbuka, atau tidak sahur sama sekali.
Pada suatu hari yang panas di Madinah, Qais bin Shirmah Al-Anshari RA, seorang sahabat dari kalangan Anshar, sedang menjalankan puasa. Ketika waktu berbuka tiba, ia pulang ke rumah dan bertanya kepada istrinya, “Apa kita punya makanan?”
Istrinya, yang saat itu sedang haid dan tidak berpuasa, menjawab dengan lembut, “Maafkan aku, suamiku. Hari ini kita tidak punya makanan apa pun. Tunggulah sebentar, aku akan mencarikan makanan untukmu.”









