Komisi III DPRD Kota Ambon Bahas Persoalan Parkir dengan Dishub dan Pengelola

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon melakukan rapat bersama Dinas Perhubungan (DISHUB) dan PT. Urmessing terkait harga parkiran yang melonjak naik, di ruang rapat DPRD Kota Ambon, Kamis (29/4/2021).

Wakil Ketua Komisi III DPRD, Gunawan Mochtar, SE, kepada wartawan porostimur.com menjelaskan, informasi dari pihak ketiga yaitu PT. Urimessing, ada indikasi kebocoran PAD yang sangat besar di parkiran.

“Yang pertama dari data yang diberikan oleh PT. Urimessing dengan 159 Jukir, kalau kita rata-ratain satu hari mereka stor untuk pemerintah kota Ambon hanya Rp. 82.500 kalau dikali dengan 365 hari berarti ada 4. 787. 887. 500, sementara kontraknya satu tahun Rp. 4. 690. 000.000. Jadi saya sebagai pimpinan rapat tadi saya sangat keberatan,” jelas Mochtar.

Baca Juga  75 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Rambatu dan Manusa di Pulau Seram Baru Terakses Jalan Tanah

Dia meminta evaluasi kalau bisa adendum per 6 bulan atau 3 bulan, supaya dinaikkan karena kita Kota Ambon punya potensi parkir omzet pemasukan sangat besar.

“Karena dari keterangan kepala operasional tadi, kadang koordinator itu bisa pulang dengan uang 500 sampai 600 ribu perhari dan itu sebagai catatan untuk kita di Komisi III kita langsung kaget seperti disambar gledek,” ujar Gunawan.

“September 2021, otomatis 10 bulan, kalau 10 bulan juga mereka punya omset juga lebih dari pada kontrak itu intinya itu. Dan saya sudah kasih pertanyaan PT. Urmesing pasti ada kajian sebelum menandatangi kontak yang dp-nya 2.345.000.000.00 juta tadi, 50% dari nilai kontrak,” imbuhnya.

Baca Juga  Ulil Sebut Komunikasi Jokowi Buruk, Didemo Buruh Ketemu Bebek

Gunawan bilang, nanti ada hasil rapat lanjutan pihaknya akan meminta validasi data. “Ini Intinya konkrit kita Komisi III ke depan kita mau yang mengoperasionalkan perparkiran itu dari UPDD parkir dari Pemkot sendiri supaya tidak ada kebocoran ke PAD,” tukas Gunawan.

“Karena potensi parkir di Kota Ambon itu dia sangat menaikkan PAD kita dan kalau macam pihak ketiga yang mengelola, itu kebocoran sangat besar di PAD kita,” pungkasnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.