Kontraktor Tinggalkan Hutang, Masjid Fuata Terbengkalai

oleh -120 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Proyek Rehabilitasi Masjid Desa Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan. Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang dibiayai APBD Kepuluan Sula Tahun Anggaran 2018 tidak selesai, dan kontraktor meninggalkan hutang puluhan juta di masyarakat Desa Fuata.

Warga Desa Fuata, Idham Panigfat kepada porostimur.com, Rabu (01/01/20) menyatakan, kontraktor bernama Jein Kalalo tidak menyelesikan pekerjaannya dan malah meninggalkan hutang bernilai puluhan juta.

Menurut Idham, hutang tersebut dalam bentuk uang sebesar Rp. 6000.000 untuk pemasangan listrik, Triplex sebanyak 43 lembar, Semen 50kg sebanyak 25 Sak, Kayu lata 5X5 sebanyak 6 Kubik untuk pembuatan plafon masjid.

“Jendela dan pintu masjid ada 5 buah dengan jumlah 32 lembar semuanya belum terpasang, jadi pekerjaan ini tidak sesuai perencanaan”, ungkap Idham.

Idham menambahkan bahwa, Proyek rehabilitasi Masjid Desa Fuata dengan nilai kontrak sebanyak Rp.136 Juta itu dikerjakan oleh Jein Kalalo salah satu kadres Partai Demokrat (PD) Kepsul yang menggunakan anggaran APBD Kepulauan Sula Tahun 2018 lalu.

Baca Juga  Aksi Cepat, Pangdam Pattimura Tinjau Korban Kebakaran

Kalalo pernah mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat di DPRD Kepuluan Sula dari Dapil II pada pemilu legislatif Tahun 2018 lalu. Namun Ia gagal.

Lebih jauh Panigfat menjelaskan, masjid ini sebenarnya hasil swadaya masyarakat, namun pada Tahun 2018 lalu, pemda Kepuluan Sula memasukkan sejumlah item untuk dibiayai APBD. Sayangnya, karena kontraktornya lalai, hingga kini pekerjaan lanjutan dan finishing tidak dalam dilaksanakan oleh masyarakat.

“Jadi masyarakat minta agar Kadis PU segera memerintahkan kontraktor untuk bertanggungjawab dan menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai.

Secara terpisah, Jein Kalalo, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan bahwa dirinya sebagai kontraktor proyek tersebut, namun pekerjaan sudah selesai.

“Pekerjaan Masjid sudah selesai sesuai dokumen kontrak dari Dinas PU Kepsul dan bahkan kita kerja itu melebih volume”, ungkap Jein.

Baca Juga  Tolak Permintaan Kapolri, Jokowi Perintahkan Kasus Novel Baswedan Harus Selesai Dalam Tiga Bulan

Dirinya juga menjelaskan bahwa pihak nya tidak memiliki hutang seperti pemasangan listrik Masjid, Triplex sebanyak 43 lembar, Semen 50kg sebanyak 25 Sak, Kayu lata 5X5 sebanyak 6 Kubik karena anggaran tersebut telah di berikan kepada Ketua Pemuda Amar Fokaaya dan Pejabat Kepala Desa Fuata Nasrul Panigfat sebanyak Rp. 20 juta untuk pembayaran semuanya. Kata Jein.

“Kalau lebih jelas bisa konfirmasi kepada Dinas PU Kepsul terkait pekerjaan dan soal anggaran dirinya telah memberikan kepada saudara Ketua Pemuda Amar Fokaaya dan Pejabat Kepala Desa Fuata Nasrul Panigfat. Saya sudah kasih biaya ke dorang kenapa masih ada utang proyek rehab Masjid Desa Fuata,” pungkasnya. (ifo)