Korban Tewas Nyaris Tembus 7.000, Italia Siapkan Penyembur Api Untuk Atasi Pembangkang Lockdown

oleh -944 views
Link Banner

Porostimur.com | Roma: Wabah Virus Corona di Italia telah menimbulkan krisis kesehatan yang sangat mengkhawatirkan. 

Berdasarkan data yang disajikan Universitas John Hopkins, Italia menjadi negara dengan angka kematian virus corona tertinggi di dunia.

Hingga saat ini, dilaporkan 6.820 korban meninggal dunia akibat virus Corona yang mewabah di negeri itu.

Sedangkan warga yang telah terinfeksi sudah mencapai  69.176 jiwa. 

Link Banner

Jumlah yang meninggal dan terinfeksi diprediski bakal bertambah seiring masih mewabahnya virus tersebut. 

Kurangnya kesadaran warga Italia atas bahayanya virus tersebut juga menjadi faktor tingginya angka kematian dan kasus infeksi virus Corona.

Virus corona menggila di Italia
Wabah Virus Corona menyebabkan tingginya angka kematian di Italia (Kolase Daily Mail)

Untuk menekan angka infeksi dan kematian akibat wabah Virus Corona, pemerintah Italia, baik itu di tingkat pusat hingga kota, tidak main-main dalam menerapkan lockdown.

Roma pun menerapkan sederet aturan ketat, yang harus dipatuhi warga selama lockdown.

Baca Juga  5 Rumah Rusak, Warga Bitung Masih Mengungsi

Jika tidak, mereka terancam mendapat penjara dan denda.

Dilansir CNN Rabu (25/3/2020), berikut merupakan rangkaian hukuman yang diberikan kepada warga jika mereka kedapatan melanggar karantina:

  • Mereka yang terbukti positif mengidap Covid-19, penyakit yang diakibatkan virus, dan tidak tinggal di rumah, bakal dipenjara selama lima tahun.
  • Denda bagi pelanggar aturan karantina meningkat. Dari semula 400 euro (Rp 7,1 juta) menjadi 3.000 euro, atau sekitar Rp 53,3 juta.
  • Tempat usaha yang ketahuan melanggar aturan yang diterapkan untuk menjaga jarak bakal ditutup selama 30 hari.
  • Dalam dekrit, pemerintah menyatakan bakal meninjau aturan itu setiap bulan hingga 31 Juli, dengan peluang semakin diperberat.
Virus Corona
Covid-19 (CDC)

Selain penjara, sejumlah kepala daerah di Negeri “Pizza” mulai melontarkan ancaman demi ancaman kepada masyarakat yang masih membangkang.

Baca Juga  AJI Makassar Kutuk Kekerasan Polisi Terhadap Jurnalis Saat Liput Unjuk Rasa

Presiden Region Campania, Vincenzo De Luca, misalnya. Dalam pernyataannya di televisi, dia berujar mendapat informasi bakal terjadi pelanggaran.

“Saya menerima kabar bakal ada yang menggelar pesta kelulusan. Jika itu terjadi, maka kami akan mengirim polisi dengan penyembur api,” ancam dia.

Di Messina, Wali Kota Cateno De Luca tidak kalah keras dalam meminta warganya untuk tidak “nongkrong”,di luar dan pulang ke rumah masing-masing.  

“Saya tidak bisa melarang Anda keluar rumah? Saya bahkan punya hak untuk menginjakkan kaki di tempat umum kecuali untuk keperluan mendesak,” ancamnya.

Di Lucera, Wali Kota Antonio Tutolo begitu geram dengan keberadaan masyarakat yang masih harus menata rambutnya di tengah lockdown.

Baca Juga  Halbar Targetkan Pendapatan Daerah Rp1,85 Trilyun Lebih

“Apakah Anda memahami bahwa tempat itu bakal segera ditutup? Siapa juga yang akan melihat rambut sialan Anda?” kata Tutolo geram dilansir Daily Mail.

Perdana Menteri Giuseppe Conte menyatakan, dia meminta publik untuk tak lengah setelah selama dua hari mencatatkan penurunan kasus kematian harian.

“Kami bahkan belum mencapai puncak infeksi dan jumlah ini akan terus bertambah. Kami harus bergantung dari perilaku kalian,” terang dia.

Fenomena kematian massal di Italia juga bisa terjadi di negara-negara lain jika masyarakatnya tak tertib aturan yang diterapkan pemerintah. 

Sudah seharusnya masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona dengan hanya diam di rumah dan menghindari kerumunan. (red/rtm/kcm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *