Kritik Narasi Karhutla Masih Terkendali, PMKRI Ambon: Hampir 1.000 Warga Terdampak ISPA

oleh -24 Dilihat
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) DPC PMKRI Cabang Ambon Fransiskus Bapa Da Lopez, mengatakan narasi mengenai kondisi karhutla dan sebaran asap di ruang publik harus didasarkan pada data yang jelas serta menggambarkan situasi faktual di lapangan.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Ambon mencatat 34 kejadian karhutla dalam kurun 20 hari, dengan kawasan Gunung Nona disebut berulang kali mengalami kebakaran. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon mencatat 15 kejadian karhutla sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.

Data tersebut, menurut Da Lopez, menunjukkan perlunya evaluasi terhadap upaya pencegahan kebakaran di wilayah Ambon, meskipun asap lintas wilayah turut memperburuk kondisi udara.

Ia mempertanyakan mengapa kawasan yang sama dapat berulang kali terbakar, bagaimana pengawasan dilakukan, serta langkah apa yang telah disiapkan untuk mencegah kejadian serupa.

“Negara tidak boleh hanya menjawab bahwa asapnya dari Papua. Negara harus jawab, mengapa api di Ambon berulang, siapa yang mengawasinya, dan apa yang dilakukan agar tidak terulang?” kata Da Lopez.

PMKRI mendorong pemerintah menyampaikan informasi yang transparan mengenai kondisi karhutla, sumber sebaran asap, indikator penetapan status, serta langkah penanganan dan pencegahan yang dilakukan.

Baca Juga  HUT ke-62 Golkar, Mustafa Sangadji Dorong Regenerasi dan Beri Ruang Lebih Luas bagi Anak Muda

Bagi organisasi mahasiswa tersebut, keterbukaan data dan kejelasan kebijakan diperlukan agar masyarakat dapat memahami situasi yang sedang terjadi sekaligus mengetahui langkah perlindungan yang disiapkan pemerintah.

No More Posts Available.

No more pages to load.