“Kami hampir tidak berhasil memperbaiki satu ruangan di rumah kami yang hancur untuk mencoba dan menetap hanya dua hari yang lalu, dan pengeboman dan kematian telah dimulai lagi. Mereka bahkan tidak memberi kami kesempatan untuk bernapas,” katanya.
Rekannya sesama warga Kota Gaza, Nivine Ahmed, mengatakan dia sedang mengobrol dengan seorang tetangga ketika pengeboman Israel “mengubah segalanya dalam sedetik”.
“Kami mendengar suara ledakan dan melihat asap mengepul. Orang-orang berlarian dan sirene ambulans meraung-raung, membawa pergi para martir,” ujarnya. “Lain kali rudal itu bisa saja jatuh menimpa kami.”
Rencana Perdamaian Trump
Lantaran ada pembatasan media di Gaza, sulit untuk memverifikasi secara independen jumlah korban dan detail yang diberikan oleh kedua belah pihak.
Jumlah korban harian tertinggi yang tercatat sejak gencatan senjata berlaku adalah pada 29 Oktober, ketika lebih dari 100 orang tewas dalam serangan Israel, menurut data pertahanan sipil dan data yang diterima AFP dari lima rumah sakit di Gaza.
Israel telah berulang kali melancarkan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai target Hamas selama gencatan senjata, yang mengakibatkan kematian lebih dari 280 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.










