Bak Berburu Manusia, Para Turis Kaya Bayar Rp1,5 M untuk Tembaki Orang-orang di Sarajevo

oleh -5 Dilihat
Sebuah laporan mengungkap para turis kaya asal negara-negara Barat membayar Rp1,5 miliar untuk dibolehkan berburu manusia selama perjalanan ke Sarajavo tahun 1990-an. Foto/X @MadameSiimone

Porostimur.com, Milan – Sebuah laporan mengejutkan mengungkap para turis kaya dari negara-negara Barat diduga membayar lebih dari USD90.000 (lebih dari Rp1,5 miliar) kepada tentara Serbia Bosnia untuk leluasa menembaki orang-orang selama perjalanan “safari manusia” ke Sarajevo pada tahun 1990-an.

Laporan tersebut, yang diterbitkan The Guardian, juga menyebutkan para turis tersebut—yang dijuluki “turis sniper” juga memberikan biaya tambahan untuk dibolehkan membunuh anak-anak. Apa yang dilakukan para turis kaya itu seperti berburu manusia.

Laporan itu mengutip penulis yang berbasis di Milan, Ezio Gavazzeni, yang menyatakan turis-turis asal Italia terlibat dalam “perburuan manusia” kala itu.

Jaksa Milan, yang dipimpin oleh Alessandro Gobbi, meluncurkan penyelidikan yang bertujuan untuk mengidentifikasi para warga Italia yang terlibat atas tuduhan pembunuhan sukarela yang diperparah oleh kekejaman dan motif keji.

Gavazzeni telah mengumpulkan bukti atas aduan tersebut. Ada juga laporan yang dikirimkan kepada jaksa oleh mantan wali kota Sarajevo, Benjamina Karić.

Baca Juga  Pemkab Malra Perluas Akses Air Minum, SPAM dan Sambungan Rumah Sasar 300 Pelanggan

Gavazzeni mengatakan dia pertama kali membaca laporan tentang dugaan “turis sniper” di media Italia pada tahun 1990-an, tetapi baru setelah menonton “Sarajevo Safari”, sebuah film dokumenter tahun 2022 karya sutradara Slovenia, Miran Zupanič, dia mulai menyelidiki lebih lanjut.