Libatkan PT Taka dalam Pekerjaan Survei Inpex Masela, Aron Kelitadan Diduga Terlibat Illegal Oil

oleh -428 views

“Selama menjadi sopir, saya perjuangkan orang-orang Tanimbar yang sudah saya rintis untuk bekerja, mereka tidak memiliki penghasilan tetap, tetapi saya sudah direkrut untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya,” bebernya.

Ditambahkan, jika ada 3 orang kuli bangunan sempat nganggur direkrutnya agar bisa bekerja. Bahkan, ada kios-kios kecil yang semula tidak ramai pun kini sudah mulai bangkit dengan adanya pembeli makanan ringan oleh PT Taka.

Sewaktu dia masih bekerja sebagai sopir Inpex, upahnya dibayar per harinya Rp.900.000 itupun sudah turun drastis dari yang sebelumnya Rp. 1.235.000, namun informasi yang diterimanya menyebutkan jika pembayaran Rp.1000.000 kemudian uang sebesar Rp. 100.000 itu pun diambil langsung oleh vendor yang baru untuk diberikan kepada Aron Kelitadan atau dibagi dua tanpa sepengetahuan dia.

Baca Juga  Jawaban Tergugat Diterima Hakim, Kasus DPW PPP Maluku vs DPP PPP Masuk Babak Baru

“Saat itu, yang membuat invoice, tagihan, penawaran itu saya sendiri, tetapi saya tidak tahu mengapa sampai pihak Inpex atau Aron lah yang menurunkan harganya. Klimaksnya, saya dipecat pada tanggal 31 Maret 2024 tanpa ada alasan yang pasti, bahkan Boss saya tidak pernah memberhentikan saya,” ungkapnya.

Tak terbayangkan sebelumnya, jika Aron Kelitadan sendiri memecat dirinya sebagai sopir, dan selanjutnya digantikan dengan Elvis Felndity.

No More Posts Available.

No more pages to load.