Lima Puisi Muhammad Diadi

oleh -11 views
Link Banner

Amarah Cinta Kiemalaha

Pernah kulihat tangisan Kiemalaha Kiema-Dudu di atas Julu-julu bersama ombak teluk Kao hingga suara tangisnya terdengar sampai ke kampung Dowingo-Jo

Di atas Julu-julu dia bercerita kepadaku tentang kekasihnya Ara-Lule yang berselingkuh dengan Bahder Musang seorang utusan dari Ternate yang sombong

Lalu ia menatapku sambil berkata ikutlah denganku akan kubunuh Ara-lule bersama lelaki kurus itu dengan kapak dan tombakku agar mereka tahu bahwa aku adalah Canga

Toni honenge! teriak Kiema-Dudu di atas perahu sontak langit menjadi gelap dan seketika ia membunuh Ara-lule dan Bahder Musang di dalam O’Halu dengan kejam

Link Banner

Dengan air mata yang membasahi kapak dan tombaknya Kiema-Dudu berkata bahwa cinta lelaki laut adalah mempertahankan harga diri lalu ia menaiki perahunya dan berlayar entah kemana

Ternate, 17 April 2020

========

Buku Salawaku

Suba tosilape tabea
Gia tatide gaku-gaku
Ai bio tosifati de o pakata
La mangale idadi Mamuya

Baca Juga  5 Pemain Muda Bertalenta di Premier League yang Kerap Dilupakan

Barakati tosidagi-dagi
Wauo majiko de tala mamuya
Tosi yora de tosi loha-loha
Tide toma tide ai gurumi

Horu tosi horu o adati
Budaya maronga tosi tepa-tepa
Selo toma selo sidago to kangela
I jou ya noi nano kasih bai

Bau-bau ai duduka
Madadatako ai roheka
Ta’ito ma uho ai giaka
Suba o’soda tosi gagaka

Mamuya, 10 Januari 2020

=======

Kekasih

Boleh aku memegang tanganmu
Dengan selembar kertas yang bertuliskan puisi cinta
Sambil mencium keningmu dengan sajak pengharapan
Atau memelukmu dengan kata sayang

Ingatkah kau tentang cerita cinta
Lelaki laut yang hatinya pata serupa semang perahu
Atau seorang gadis menangis sekuat ombak laut
Bukankah mereka adalah sepasang kekasih
Yang berjanji dengan bunga loloro dan jara

Baca Juga  IAEA Akui Palestina Sebagai Negara

Kekasih kupanggil namamu
Kutulis cerita dengan tintah kasih
Agar kau tak harus meragu padaku
Atau menaruh tangis pada pundakku

Gengamlah salawaku bungamu
Beritahukan kepadaku jika kau terluka
Ada aku yang siap menari memelukmu
Sambil berkata aku sayang padamu.

Mamuya, 07 Januari 2021

=======

Doa Untukmu

Bismillah untuk perempuan
Berlesung pipi bermata jelita
Yang hatinya serupa doa ibu
Menjaga hati dalam sabar

Maaf tidak ada kado
Indah untukmu malam ini
Puisi ini pun kutulis dengan harapan
Semoga kau sehat selalu perempuanku

Doa dan puisiku bukanlah kado
Melainkan cinta yang harus dijaga
Maaf belum bisa menjadi kakak yang baik
Tetaplah menjadi perempuan gogaro nyinga

“Au Gasi” sapaan canda yang sering
Kau ucapkan dikala kita bertukar cerita
Sehat selalu ade sininga lamo
Terus berikan cinta tak perlu ragu

Bukankah kau sudah berjanji
Bahwa kau akan menjadi perempuan tangguh
Umur panjang perempuanku
Sekali lagi maaf hanya kado puisi yang sederhana ini

Baca Juga  Tanaman kebun dirusak, warga Dusun Hanunu palang jalan

Mamuya, 5 Januari 2021

=======

Saloi Tua

Sore ini kulihat kaki telanjang ibu
Menapaki batas pantai dusun Mamuya
Pundaknya yang tua dilindungi oleh harap
Serta sarau putih membaluti kondenya

Kulihat burung khodoba menari
Kulihat burung segu-segu menyanyi
Kulihat anak-anak bermain dan tertawa
Kulihat ayah menjala ikan dibatas rindu

Perempuan tua mendekatiku memberi salam
Dengan senyum yang melekat pada kulit kriputnya
Aku tahu dia menyimpan lelah di hatinya
Kau adalah angrek bulan diteluk Wauo

Kemana harus kucari ibu sepertimu
Yang rela tangan dan bahunya terluka
Hanya demi mengasapi dapur rumah
Memberi makan anak-anak dengan kasih.

Mamuya 29 Desember 2020

=======