Porostimur.com | Jakarta: Sejumlah mahasiswa Maluku Utara di Jakarta yang menamakan diri Gerakan Aktivis Anti Korupsi Manila, akar problem korupsi di Indonesia sering menjadi tradisi buruk bagi kelompok elit yang mana terlihat masif & aktif menggunakan otoritas kebijakan dengan melakukan penggelapan Anggaran Negara, tentunya dengan tujuan bagaiamana memperkaya diri.
Menurut mereka, di Indonesia, khusus di provinsi Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Selatan terdapat dugaan berbagai macam kasus korupsi dengan praktek yang tentunya membuat kemelaratan bagi kehidupan rakyat miskin kota/Desa. Akhir-akhir Ini, isu yang berkaitan dengan adanya dugaan kuat kasus gratifikasi senilai Rp2,5 M yang konon dalang intelektualnya adalah Bahrain Kasuba menjadi perhatian publik.
“Gratifikasi yang merupakan pemberian dalam arti yang sangat luas, kini melanda Halmahera Selatan dengan motif “Kebanjiran Proyek salah satu kontraktor di Tahun 2018, Jual Beli Proyek, Gratifikasi Bahrain Kasuba 2,5M Diduga Bupati Halmahera Selatan Menerima Mobil,” ujar Korlap Dikrun di palataran Kantor KPK, Jakarta, Sabtu (29/8/2020).
Dikrun menjelaskan, dalam pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi “KPK” konon memanggil sejumlah saksi yang berjumlah 3 orang untuk mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diduga melibatkan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, sayangnya sejauh ini KPK belum memanggil dan memeriksa Bahrain Kasuba.




