Porostimur.com, Gaza – Peringatan keras terhadap masa depan Israel datang dari mantan komandan militernya, Itzhak Brik. Ia menilai Israel tengah menghadapi ancaman keruntuhan struktural yang mencakup sektor militer, ekonomi, hingga lembaga-lembaga negara.
Dalam artikel opini yang diterbitkan harian Israel, Maariv, pada Minggu, Brik menyebut Israel telah kehilangan legitimasi internasional dan dukungan sekutu. Menurutnya, kondisi tersebut akan semakin sulit dipertahankan apabila isolasi internasional terus berlangsung.
Brik bahkan mengaitkan hasil pemilihan parlemen Israel pada 27 Oktober dengan krisis yang lebih luas. Ia menyebut hasil pemilu tersebut sebagai “surat kematian resmi bagi Israel seperti yang kita kenal selama ini”.
Ia juga mengkritik para komentator televisi yang dinilai terlalu sibuk membahas perolehan kursi parlemen dan negosiasi pembentukan koalisi, tetapi mengabaikan persoalan mendasar yang sedang dihadapi negara tersebut.
Brik mengibaratkan situasi itu seperti “orkestra yang tetap bermain di atas kapal Titanic pada saat-saat terakhirnya”. Menurut dia, perdebatan politik hanya menutupi persoalan yang jauh lebih serius.
“Ini bukan sekadar krisis politik, melainkan proses keruntuhan total yang mencakup berbagai sistem—sebuah kondisi yang tidak memungkinkan untuk kembali ke keadaan semula,” tulisnya.









