Matinya Altruisme?

oleh -83 views
Made Supriatma

Serangan terhadap orang-orang yang membantu Mama Yasinta dan komunitasnya ini sangat marak akhir-akhir ini. Tidak saja dia datang dari para influencer atau buzzer. Ia juga datang dari Jendral, pejabat, hingga uskup agung!

Salah satu yang klasik adalah seperti yang dikatakan oleh Kasad Jendral Maruli Simanjuntak. “Bikin film kan mahal? Dari mana uangnya?”

Si uskup agung, yang tampak
sekali belum menonton filmnya tapi sudah berkomentar, juga menanyakan hal yang sama. Siapa yang memberi dana? Bahkan lebih dari Kasad yang militer, uskup agung ini bertanya jangan-jangan film ini bertujuan untuk melepas Papua dan menyerahkannya kepada satu negara adidaya.

Para buzzer pun sibuk mengulik berbagai data dan berusaha menghubungkan film dengan konspirasi dana asing. Tujuannya jelas: bahwa film ini adalah bagian dari konspirasi dan pembuatnya adalah antek-antek asing.

Serangan terhadap the messenger ini tentu bertujuan untuk mengaburkan message yang ingin disampaikan. Artinya, serang pembawa pesannya supaya pesannya itu sendiri tidak sampai.

Baca Juga  Polemik Pernyataan Prabowo Soal Dolar, Pakar Soroti Perspektif Utilitarianisme

Dalam pengertian ini, semua messengers seperti para sutradara, kru film, orang-orang yang ada di film, semua mereka adalah bagian dari konspirasi asing ini.

Mama Yasinta dalam hal ini hanya alat. Sebelum ini Mama Yasinta sangat aktif menyuarakan hak-hak masyarakat adat. Dia ke Jakarta untuk ikut gugatan masyarakat sipil atas Proyek Strategis Nasional. Dia bahkan ada di Jayapura saat launching film Pesta Babi ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.