Porostimur.com, Washington — Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur Amerika Serikat di wilayah udaranya. Hingga kini, nasib pilot pesawat tersebut masih belum diketahui secara pasti, sementara kedua pihak belum memberikan konfirmasi resmi.
Laporan sejumlah media internasional, termasuk The New York Times, menyebut insiden itu terjadi pada Jumat (3/4/2026). Sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel yang tidak disebutkan namanya turut mengonfirmasi adanya kejadian tersebut, meski tanpa rincian lebih lanjut.
Klaim Iran dan Operasi Pencarian
Kantor berita Fars News Agency melaporkan militer Iran telah meluncurkan operasi pencarian terhadap pilot pesawat tempur AS yang ditembak jatuh.
“Pasukan militer memulai operasi pencarian terhadap pilot pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh pagi ini,” demikian laporan Fars.
Media pemerintah Iran lainnya menyebut pilot tersebut berhasil keluar dari pesawat menggunakan parasut di wilayah barat daya Iran. Bahkan, siaran televisi lokal menyerukan warga untuk melaporkan keberadaan “pilot musuh” dengan imbalan hadiah.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 milik AS menggunakan sistem pertahanan udara canggih. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.









