Porostimur.com, Teheran — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas dengan pernyataan keras dari para pejabat tinggi militer dan politik Teheran. Iran menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikit pun jika terjadi invasi darat oleh pasukan AS.
Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menegaskan pihaknya telah memerintahkan seluruh markas operasi untuk memantau setiap pergerakan musuh dan siap menghadapi segala bentuk serangan.
“Tidak ada pasukan musuh yang boleh selamat jika musuh mencoba operasi darat,” tegas Hatami, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).
Retorika Keras IRGC
Pernyataan lebih tajam juga disampaikan Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Mousavi. Ia menanggapi ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut akan “mengembalikan Iran ke Zaman Batu”.
“Anda sendirilah yang membawa tentara Anda ke liang kubur, bukan Iran, yang ingin mengembalikannya ke Zaman Batu,” tulis Mousavi dalam pernyataannya yang dimuat media Iran.
Ia juga menyindir perbandingan sejarah kedua negara. “Ilusi Hollywood telah begitu mencemari pemikiran Anda sehingga Anda mengancam peradaban yang berusia lebih dari 6.000 tahun dengan sejarah yang hanya 250 tahun,” lanjutnya.









