Menghilangkan asosiasi dirinya sebagai penguasa tradisional Tidore bukan hanya sekadar langkah simbolik, tetapi juga merupakan strategi politik yang memerlukan penyesuaian dalam cara ia berkomunikasi dengan pemilih.
Mengubah citranya dari Jo Uo menjadi Pak Gub, misalnya, adalah salah satu upaya untuk lebih dekat dengan pihak di luar etnis Tidore.
Husain Sjah juga harus mampu meyakinkan pemilih yang berasal dari kalangan aktivis dan pergerakan bahwa ia mampu membawa aspirasi mereka dan menjamin keterbukaan demokrasi di Maluku Utara, misalnya dengan tidak melibatkan massa adat dalam menghadapi para aktivis dan mahasiswa yang turun ke jalan menentang kebijakannya selaku gubernur kelak.
Mereka mungkin saja melihat Husain Sjah sebagai figur yang mewakili aspirasi mereka, namun di sisi lain, Husain Sjah harus mampu menunjukkan bahwa ia bisa mengatasi tantangan dan kompleksitas politik Maluku Utara yang penuh warna, baik secara literal maupun figuratif.
Muhammad Kasuba-Basri Salama
Di pihak lain, pasangan Muhammad Kasuba-Basri Salama membawa warna lain yang identik dengan Tobelo Galela (Togale).
Muhammad Kasuba, sebagai politisi senior dengan pengalaman panjang di pemerintahan, menghadirkan reputasi yang solid.








