Membaca Simbol Perlawanan dan Kritik Sosial dalam Film Pesta Babi

oleh -267 views

Pesan Film: Membongkar Mitos “Pembangunan”

Pesan utama Pesta Babi adalah bahwa pembangunan tidak selalu membawa kesejahteraan. Perusahaan datang membawa dokumen legal dan ekskavator. Namun yang kita lihat di layar, janji itu bertabrakan dengan realitas: hutan sagu gundul, sungai tercemar, dan mama-mama yang tidak bisa lagi memberi makan anaknya.

Narasi perusahaan berkata “ini pembangunan”, sementara pengalaman masyarakat adat menunjukkan kehancuran. Pikiran logis mereka tidak dapat menerima narasi tentang pembangunan yang didengung-dengungkan membawa kesejahteraan. Ada keganjilan di sini. Festinger menamai hal ini sebagai disonansi kognitif. Konflik sejatinya telah dimulai dari sini. Mereka berusaha mengubah realitas namun tidak bisa, sehingga yang ia tolak adalah narasinya.

Baca Juga  Pejabat Hamas Sebut Kepala Militer Tewas Usai Serangan Udara Israel di Gaza

Mereka membuat narasi tandingan:
“Tanah ini diciptakan oleh Tuhan dan memberikan warisan kepada kami. Kami ini hanya hak menjaga.”

Narasi simbolik yang tercipta di atas adalah cara meredakan disonansi tanpa mengkhianati kebenaran yang ia lihat.

Pesan film menjadi jelas: pembangunan yang tidak berpihak pada masyarakat adat hanyalah perampasan dengan nama lain.

Simbol Perlawanan: Bahasa Diam dalam The Silent Language

Karena jalur bahasa formal ditutup, perlawanan dalam film ini muncul lewat simbol. Teori The Silent Language Edward T. Hall membantu kita membacanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.