Menggenggam Semu

oleh -154 views

Cerpen Karya: Anna Jihan Oktiana

Membiarkanmu pergi itu tak mudah. Ketika hati telah jatuh kepadamu. Kau nyata, namun serasa maya. Kau bagai rindu yang tak mampu kusentuh. Walau nyatanya kau selalu bersamaku. Jika waktu benar dapat menyembuhkan luka, mungkin lebam dan memar ini tak semakin menganga. Perih. Ketika aku harus berusaha untuk melupakanmu. Itu bukan keahlianku. Aku tak sanggup.

Waktu tak demikian baik denganku. Dia kejam. Saat aku inginkan dirinya tetap ada, waktulah yang memisahkannya. Tapi aku bisa apa? Menangis pun tak akan mengembalikan dirinya kembali menghapus air mataku. Duka. Berpuluh-puluh ribu hatiku berduka. Kehilangan dirinya yang bukan berarti tak ada. Sungguh, ketika hati telah mencinta, begitu sulit untuk melupa. Benar, aku mencintainya dan aku sangat mencintainya.

Baca Juga  Berikan Jam Komandan, Danrem 151/Binaiya Tekankan Hal Ini Kepada Anggotanya

Denting jarum jam, deru kereta dan suara samar-samar percakapan orang serasa tak asing lagi bagiku. Semua itu sudah biasa kudengar. Tapi bukan itu yang kucari. Aku masih terduduk diam di bangku yang tepat menghadap ke arah rel kereta. Entah keberapa kalinya aku masih duduk disini hanya untuk menunggunya. Meski jenuh dan penat sering kali mencoba untuk membunuhku, namun aku tetap bertahan. Aku masih tak bisa melupakan bagaimana kali terakhir perjumpaanku dengannya. Wajahnya masih begitu akrab dipikiranku. Hatinya seakan telah menjadi hatiku.

No More Posts Available.

No more pages to load.