Penulis: Dr. Diana Mutiah, M.SI, Pengurus Harian Ikatan Sarjana Nahdlatul ‘Ulama ( PP ISNU) dan Dosen Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahkluk yang paling sempurna di antara makhluk lainnya. Manusia di berikan akal dan pikiran, rasa dan akal budi selain jasad yang sempurna.
Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Sebagaimana dalam firman-Nya QS.At-Tin ayat 4:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Manusia juga adalah makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk-makhluknya yang lain. Alquran telah memberikan penjelasan mengenai terciptanya manusia. Di dalam Alquran, dijelaskan Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna, maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah” ( QS. As-Sajdah : 7 ). Dan dalam Surat Al Hijr ayat 26 disebutkan :




