Puncak gunung yang menjulang setinggi 1.412 meter di atas permukaan laut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang ingin menjelajahi keindahan alam Wetar dari ketinggian.
Pulau Wetar juga dikelilingi oleh terumbu karang yang indah, serta perairan yang dalam dan jernih, membuatnya ideal untuk kegiatan menyelam dan snorkeling. Anda bisa menjelajahi keindahan bawah laut yang kaya akan biota laut, mulai dari ikan tropis hingga terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya.
Wetar memiliki keberagaman budaya yang unik, dengan bahasa-bahasa Malayo-Polynesian seperti Wetarese, Aputai, Ili’uun, Perai, Talur, dan Tugun yang masih digunakan oleh masyarakat setempat.
Meskipun sebagian besar penduduk Wetar beragama Islam, ada juga komunitas Kristen yang hidup berdampingan dengan harmonis. Sebagian besar penduduk Wetar merupakan keturunan Papuan, dan mereka mengandalkan pertanian subsisten, terutama sagu, sebagai mata pencaharian utama.
Selain pertanian sagu, penduduk Wetar juga mengumpulkan cangkang penyu untuk diekspor ke negara-negara yang tidak melarang perdagangan tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa kegiatan ini harus tetap memperhatikan keberlanjutan dan pelestarian alam setempat.









