Menteri Kesehatan: Kemungkinan Besar Penyebab Hepatitis Akut Adalah Adenovirus Strain 41

oleh -86 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Penyakit hepatitis akut yang melanda dunia diduga sudah masuk Indonesia, setelah tiga anak dilaporkan meninggal akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan, salah satuya dengan menjaga kebersihan diri.

“Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut.”

“Jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja, supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita.”

“Kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih,” ujar Budi usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5/2022), dikutip dari laman setkab.go.id.

Secara umum, gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.

Baca Juga  Rusuh Karena BLT, Warga Bakar Mobil Wakapolres Madina & Blokir Jalan Lintas Sumatera

Gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh, dan buang air besar berwarna putih pucat.

Budi meminta para orang tua segera memeriksakan anak dengan gejala tersebut ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, untuk mendapatkan diagnosis awal.

“Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam, nah, itu dicek SGPT- SGOT-nya.”

“Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat.”

“SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi, sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat,” paparnya.

Budi mengungkapkan, saat ini tercatat 15 kasus dugaan atau suspek hepatitis akut.

Tiga kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada 27 April, beberapa hari setelah WHO menyampaikan adanya kejadian luar biasa atau outbreak penyakit ini di Eropa.

Baca Juga  Pemkot Ambon Jadikan Pasar Mardika Sebagai Kawasan Tertib Protokol Kesehatan

Budi mengungkapkan, pihaknya menindaklanjuti kejadian ini dengan membuat Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology)

“Tanggal 27 April itu kita sudah langsung mengeluarkan surat edaran, agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveillance monitoring terhadap kasus ini,” paparnya.

Budi menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat dan Pemerintah Inggris, untuk memperoleh informasi mengenai penyakit ini.

“Memang kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang seratus persen menyebabkan adanya penyakit hepatitis akut ini.”

“Sekarang penelitian sedang dilakukan bersama-sama oleh Indonesia, bekerja sama dengan WHO, dan juga kita bekerja sama dengan Amerika (Serikat) dan Inggris.”

Baca Juga  Satgas Yonarmed 9 Kostrad Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Warga Tobelo

“Untuk bisa mendeteksi secara cepat penyebab penyakit ini.”

“Kemungkinan besar adalah adenovirus strain 41, tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada adenovirus strain 41 ini,” bebernya. (red/wartakotalive)