Menteri Kesehatan Lebanon Ungkap Tujuan Israel adalah Menyebarkan Teror

oleh -153 views
Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad. Foto/RT

Porostimur.com, Beirut – Hingga Kamis malam (26/9/2024), lebih dari 1.300 orang tewas dan hampir 7.000 orang terluka akibat pengeboman Israel. Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad mengungkapkan data itu kepada RT.

Israel telah mengebom Lebanon selama hampir sepekan, dalam apa yang disebut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebagai ‘Operasi Panah Utara’.

Rezim kolonial Israel berdalih serangan itu ditujukan untuk merusak kemampuan Hizbullah, pejuang Syiah yang bermarkas di selatan negara itu.

“Pada Black Monday, kami mendapati hampir 600 warga sipil tak berdosa yang tewas, termasuk 140 wanita dan anak-anak, dan hampir 1800 orang terluka, termasuk para profesional kesehatan,” ungkap Abiad kepada RT di Beirut.

“Sayangnya, pembantaian terus berlanjut setiap hari,” papar dia sambil memberikan angka korban terkini.

Baca Juga  Mengapa LGBT Haram dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Qur'an, Hadis, dan Fatwa MUI

Menurut Abiad, Israel telah melakukan “serangan membabi buta terhadap warga sipil,” dimulai dengan meledakkan perangkat komunikasi dan dilanjutkan dengan kampanye pengeboman.

“Saya pikir tujuan utama dari serangan membabi buta ini adalah untuk menyebarkan suasana teror dan menyebabkan eksodus massal,” ujar menteri kesehatan Lebanon.

IDF mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah melakukan lebih dari 1.500 serangan mendadak terhadap Lebanon sejak awal pekan, mengonfirmasi serangan di Beirut selatan dan perbatasan Matraba yang melintasi Lebanon dan Suriah.

No More Posts Available.

No more pages to load.