Merasa Tuduhan yang Dilayangkan Kepada Bupati Malra dan Istrinya Tidak Benar, Beberapa OKP Gelar Konpers

oleh -203 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Aliansi Forum Pemerhati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan didukung oleh beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menggelar konferensi pers (Konpres)di Ambon, Sabtu (27/6/2021) semalam.

Adapun OKP tersebut antara lain, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ambon, Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ambon, Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ketua DPC Garda NKRI Kota Ambon, Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon dan Revolusi Beta Kudeta.

Diadakannya konferensi pers ini sebagai gerakan moril dari mereka. Dalam konpers tersebut, mereka mengungkapkan rasa kekecewaan mereka terhadap oknum yang tak bertanggung jawab yang telah menuding Bupati Maluku Tenggara dan Istrinya menyalahgunakan anggaran dan sebagainya.

Kader GMNI Ambon, Amsir Renoat mengatakan, sudah dua minggu mereka melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi Maluku, dalam rangka melakukan aksi protes dan aksi pembelaan terhadap Bupati Kabupaten Maluku Tenggara terkait dengan dugaan korupsi anggaran dana Covid-19.

“Ini adalah bentuk dari akumulasi kekecewaan yang lahir daripada berbagai politisi gagal dan juga politisi oposisi, yang kemudian kepentingan politiknya tidak diakomodir oleh bapak Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, sehingga berbagai macam cara dilakukan untuk menjatuhkan Bupati Kabupaten Maluku tenggara”, ujarnya.

Baca Juga  Terima Best Data & AI Governance Award, Walikota Ambon Diundang Sebagai Speaker dalam DataGov e-Summit 2020

Menurutnya, hal ini adalah cara yang diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja melakukan pembunuhan karakter terhadap Bupati Maluku Tenggara, sehingga ada penuduhan terkait anggaran dana Covid-19 dan juga ada berbagai masalah terkait dengan proses yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara yang kemudian dituduhkan kepada Bupati Maluku Tenggara, M. Taher Hanubun dan istrinya, Eva Elia.

“Sebenarnya tuduhan-tududan itu tidak benar atau hoax, yang kemudian dituduhkan oleh oknum tak bertanggung jawab yang sengaja melakukan penggiringan opini dan sengaja melakukan suatu virus untuk menciptakan instabilitas jalannya pemerintahan yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara,” tandasnya.

Amsir mengatakan, gerakan-gerakan yang dibangun merupakan gerakan yang melakukan pencemaran nama baik Bupati Kabupaten Maluku Tenggara.

Baca Juga  Kota Ambon Resmi Sandang Status Kota Kreatif Berbasis Musik di Dunia Versi UNESCO.

“Jadi kami berinisiatif membentuk gerakan moril, karena saya sendiri adalah saudara atau kerabat dari bapak Bupati sendiri, yang sudah merasa resah karena banyak yang sudah dibeberkan di medsos melalui forum penyambung lidah rakyat Maluku, terkait Korupsi dan penyalahgunaan proyek yang di berikan kepada ibu Eva Elia. Menurut kajian kami, itu adalah hoax karena sudah ada bukti bahwa BPK wilayah Maluku telah memberikan audit kepada Bupati Kabupaten Maluku Tenggara,” bebernya.

Hal ini ditambahkan juga oleh Ketua KNPI Kota Ambon, Sugiarto Solissa, yang mengklarifikasi persoalan tuduhan-tuduhan tersebut, yang kemudian merugikan oknum pejabat Bupati Kabupaten Maluku Tenggara.

“Maka dari itu kami dari DPD KNPI Kota Ambon mengajak OKP Cipayungplus yang hari ini sempat hadir, untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan itu dan kami mendengar ada unsur-unsur dan teman-teman aktifis yang sengaja melakukan terobosan yang disalahgunakan dan terobosan yang dilakukan itu tidak benar, maka dari itu kami mengklarifikasi bahwa jadilah pemuda yang tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak diuntungkan, jadilah pemuda yang berwawasan luas dan realistis dan jangan ada campur tangan dalam orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menyerang orang (Bupati) yang tidak bersalah”, tuturnya. (nicolas)