Belanda Jadi Favorit, Belgia Melaju

oleh -103 views
Link Banner

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pengamat Sepakbola

Absen di dua turnamen besar, Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018 tak menjadi alasan bagi Belanda untuk kembali jadi favorit. Sepanjang babak penyisihan grup C, anak asuh Frank de Boer tampil sangat meyakinkan dengan menyapu tiga kemenangan. Jadi tim terproduktif selama babak penyisihan Euro 2020 dengan mencetak delapan gol. Hanya kemasukan dua gol. Dua gol yang dibuat Ukraina, tim dengan ciri khas Eropa Timur, mengandalkan fisik dan sedikit ketrampilan pemain mengikuti arahan Choach Andri Shevchenko.

Menurut saya, yang menarik diperhatikan adalah permutasian pemain yang dicari de Boer selama penyisihan grup. Saat menghadapi Ukraina, Belanda tetap bermain dengan ciri khas selama ini, 3-5-2. Lini pertahanan pada pola ini bertumpu pada tiga bek yang harus sehati dan memiliki visi bermain yang sama. Jika salah melangkah, fatal akibatnya bagi gawang yang dijaga Martin Stekelenburg. Belanda saat itu menurunkan Jurrien Timber, Stefan de Vrij dan Daley Blind. Hasilnya, dua gol dari Ukraina terjadi lewat open play dan set piece. Sangat terlihat lini pertahanan mudah ditembus. Minim koordinasi.

De Boer kemudian melakukan perubahan. Bek mahal Juventus, Mathijs de Ligt dimainkan saat melawan Austria. De Ligt bersama de Vrij (Inter Milan) yang teruji di Serie A terbukti tangguh bila dimainkan bersama bek senior Daley Blind. Trio ini tak tergantikan. Itulah mengapa, Belanda tak kebobolan saat melawan Austria dan Makedonia Utara. Masalah lini pertahanan sudah didapat solusinya.

Komposisi ini akan tetap paten saat Belanda menghadapi Ceko di Ferenc Puskas Arena nanti malam. Ketiganya akan mampu meredam pergerakan Patrick Schick, penyerang asal Bayern Leverkusen yang telah bikin tiga gol. Schick sejauh ini tampil flamboyan. Semua gol Ceko adalah kontribusinya. Efeknya, Ceko jadi tim yang seimbang karena selain bisa bikin gol, mereka juga termasuk tim yang sedikit kebobolan.

Baca Juga  Dinamit itu Meledak Lagi..

Jika urusan pertahanan beres karena dua bek sayap Denzel Dumfries dan Patrick van Anhoult juga tak akan tergantikan – ada juga opsi memainkan bek sayap City, Nathan Ake – tugas lini tengah Belanda adalah mematikan supply bola dari Tomas Saucek. Pemain West Ham ini piawai membangun serangan dari tengah bersama gelandang serang milik Ceko, Vladimir Derida. Saya berharap bintang Atalanta, Marten de Roon fit dan bisa bermain. Perannya sebagai gelandang angkut air sangat krusial karena Frankie de Jong di posisi yang sama akan bermain lebih sebagai gelandang boks to boks. Ritme bermain Belanda sepenuhnya ada di kaki de Jong. Jika lini tengah aman, pergerakan kapten Gini Wijnaldum akan lebih ke depan mencari celah kosong yang ditinggalkan Memphis Depay untuk bikin gol.

Wijnaldum sudah bikin tiga gol. Sang kapten jadi pemain penting di sisi ofensif Belanda. Kebiasaanya menusuk ke kotak penalti dan second line terbukti selalu berujung gol. Ia bisa jadi opsi memecah kebuntuan jika Depay di jaga ketat. Peran yang lebih ofensif juga diharapkan mampu dimainkan oleh Wout Weghorst untuk membuka ruang. Secara statistik, akan menarik melihat aksi Belanda sebagai tim dengan memasukan gol terbanyak melawan Ceko yang sedikit kebobolan.

Saya mengunggulkan Belanda akan menang meski dengan beberapa catatan. Pertama, Belanda tak akan didukung fans sebagaimana bermain di fase grup. Atmosfir stadion jelas berpengaruh. Karena itu, sejak sepak mula, Belanda sebaiknya langsung bermain menyerang untuk menjaga kepercayaan diri sebagai tim tersubur. Kedua, Belanda jangan lagi mengulang kesalahan saat melawan Ukraina karena terlalu mudah kehilangan bola. Ketiga, de Boer wajib waspada dengan kolektifitas Ceko sebagai tim Eropa Timur. Mereka adalah tim yang ngotot. Hasil seri melawan Kroasia dan kalah tipis dari Inggris adalah buktinya. Ceko juga akan tampil tanpa tekanan dan jika membiarkan mereka bermain lepas, maka alarm bahaya untuk Belanda.

Baca Juga  Pemda Kepulauan Sula Umumkan 2 Warganya Berstatus ODP Corona

Sayang Belanda kehilangan Luuk de Jong, striker Sevilla ini absen karena cedera. De Boer juga punya opsi memainkan Donyell Malen jika Belanda kesulitan bikin gol. Jika melihat hasil lima pertemuan terakhir kedua tim dimana Belanda menang tiga kali, maka tak ada alasan bagi Oranye untuk gagal melangkah ke perempatfinal melawan Denmark.

Di Estadio La Curja Sevilla, final kepagian akan terjadi saat juara grup B, Belgia menantang peringakat ketiga grup F, Portugal. Rekor lima pertemuan terakhir memang berpihak pada Portugal yang mengemas tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Tetapi itu terjadi bukan pada turnamen resmi. Generasi Emas Belgia masih sama dengan Piala Dunia 2018 lalu. Anak asuh Roberto Martinez ini tampil konsisten dengan meraih tiga kemenangan dengan mencetak tujuh gol dan hanya kemasukan satu gol.

Skuad Belgia juga nyaris seimbang. Penjaga gawang milik bintang Madrid Thibaut Cortouis. Trio bek bisa dimainkan sesuai taktik antara Toby Anderweireld, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen, Jason Denayer atau Dedriyk Boyata. Posisi Thomas Munier di bek sayap kanan aman dengan opsi pergantian oleh Leandro Trossard. Di bek sayap kiri, Nacer Chadli bermain bergantian dengan adik Eden, Thorgun Hazzard. Menariknya, semua pemain ini sudah dimainkan oleh Martinez selama fase grup. Artinya, Belgia punya banyak opsi di sisi defensif.

Di tengah, untuk melawan kreatifitas Bruno Fernandez dan Renato Sanchis, Martinez sepertinya akan memainkan Axel Witsel. Dia bisa menjadi pemutus serangan dan mendukung kreatifitas Kevin De Bruyne. Ada opsi juga untuk memainkan Youri Tielemans jika butuh lebih menekan. Akan sangat menarik melihat duel lini tengah dan depan kedua tim yang terbilang mewah. Portugal juga hampir pasti memainkan gelandang pekerja milik PSG, Danilo. Catatan penting bagi Fernando Santos adalah mengoptimalkan daya rusak Bruno Fernandez yang masih “hilang” sejauh pagelaran Euro kali ini. Belgia jelas menggantung asa pada produktifitas Romelu Lukaku yang akan diapit Eden Hazzard dan Yanick Carrasco. Ada pilihan juga untuk memainkan sayap cepat milik Napoli, Dries Marten.

Baca Juga  Matematika Euro 2020

Penyerang-penyerang Belgia akan diuji kemampuannya malawan empat bek sejajar milik Portugal. Pepe, Ruben Diaz, Nelson Semedo dan Paolo Guerrero tetap jadi andalan. Problem Portugal dengan empat bek sejajar adalah jika penyerang atau lini kedua lawan masuk ke seperempat daerah pertahanan, tak ada pelapis yang secara langsung mengamankan gawang Rui Patricio. Tugas berat ada di pundak Danilo untuk mematikan de Bruyne Empat gol dari Jerman (dua diantaranya gol bunuh diri) menunjukan ada kelemahan jika bola dikuasai dengan mudah oleh lini tengah lawan. Portugal adalah tim perdelapanfinal Euro kali ini dengan rekor kebobolan terbanyak, enam gol.

Tentang Portugal, hanya satu nama yang wajib diwaspadai. Cristiano Ronaldo. Manusia super berusia 36 tahun ini adalah penyerang terbaik dengan banyak rekor gol. Bernardo Silva dan Diogo Jota memang punya kapasitas sebagai penyerang tetapi semuanya kembali ke Ronaldo. Jika bebas dan dapat banyak supply, gawang Cortouis jelas terancam. Karena itu, Belgia juga butuh tangan Courtois untuk meredam Ronaldo.

Dengan rataan materi pemain termasuk opsi pergantian dengan kualitas yang sama serta pemahaman taktikal Martinez, saya menjagokan Belgia melaju ke perempatfinal. Masalah Belgia cuma satu. Rendahnya kepercayaan diri setiap berhadapan dengan tim besar di turnamen resmi. Jika Eden Hazzard dkk tampil tanpa beban, Belgia akan bermain lebih optimal. Sebaliknya jika tak percaya diri, Ronaldo akan langsung memberi hukuman. Ronaldo sudah bikin lima gol dari total tujuh gol milik Portugal. (*)