Porostimur.com, Langgur – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga April 2026, serapan Belanja Daerah baru mencapai Rp82,73 miliar atau sekitar 10,76 persen dari total anggaran yang telah ditetapkan.
Padahal, total Belanja Daerah Pemkab Maluku Tenggara tahun ini tercatat sebesar Rp768,93 miliar. Angka tersebut juga menunjukkan penurunan sebesar 15,07 persen dibandingkan dengan anggaran belanja pada tahun sebelumnya.
“Serapan anggaran di awal tahun memang masih terbatas, namun diharapkan akan meningkat seiring dengan berjalannya program dan kegiatan pemerintah daerah,” ujar salah satu sumber di lingkup Pemkab Maluku Tenggara.
Penurunan Anggaran dan Tantangan Serapan
Penurunan total Belanja Daerah menjadi salah satu catatan penting dalam pengelolaan fiskal daerah tahun ini. Dengan berkurangnya kapasitas anggaran, pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Di sisi lain, rendahnya realisasi hingga April juga mengindikasikan masih adanya tantangan dalam percepatan pelaksanaan program, baik dari sisi administrasi maupun teknis di lapangan.
Komposisi Belanja Didominasi Pegawai
Jika dilihat dari komposisinya, Belanja Pegawai menjadi porsi terbesar dalam realisasi anggaran, yakni mencapai Rp60,03 miliar. Angka ini menunjukkan dominasi belanja rutin dalam struktur APBD.









