Merger Rumah Sakit Sofifi: Ketika Efisiensi Tak Boleh Mengalahkan Kemanusiaan

oleh -244 Dilihat

Di sinilah efisiensi harus berhadapan dengan efektivitas. Efisiensi berbicara tentang bagaimana sumber daya digunakan sehemat mungkin untuk menghasilkan keluaran yang optimal. Efektivitas berbicara tentang sejauh mana tujuan benar-benar tercapai.

Keduanya memang idealnya berjalan bersama. Tetapi dalam pelayanan publik, terutama kesehatan, efisiensi tidak boleh menjadi mantra yang membenarkan semua kebijakan.

Sebab, sebuah kebijakan bisa sangat efisien di atas kertas, tetapi gagal ketika berhadapan dengan manusia.

Rumah Sakit Jiwa Bukan Sekadar Gedung yang Bisa Dilebur

Rumah Sakit Jiwa memiliki karakter pelayanan yang berbeda dengan rumah sakit umum. Pasien dengan gangguan jiwa membutuhkan lingkungan yang aman, tenang, terkendali, dan memiliki tingkat privasi tertentu. Pendekatan terhadap pasien pun tidak dapat disamakan begitu saja dengan pasien penyakit fisik.

Karena itu, wacana penggabungan RSJ Sofifi dengan rumah sakit umum semestinya tidak dimulai dari pertanyaan, berapa besar anggaran yang bisa dihemat?

Pertanyaan pertama justru harus berbunyi: apa dampaknya terhadap pasien?

Baca Juga  JK dan Bodewin Satu Panggung Bahas Blok Masela, Ambon Disiapkan Jadi Penopang Investasi Energi Maluku

Ini bukan perkara administratif belaka. Di balik setiap ruang perawatan ada manusia yang sedang berjuang mengembalikan dirinya. Ada keluarga yang berharap anggota keluarganya pulang dalam keadaan lebih baik. Ada pasien yang mungkin selama bertahun-tahun kehilangan ruang untuk didengar.

No More Posts Available.

No more pages to load.