Misi Gagal dan Penuh Kebohongan Pemerintahan Jokowi, Mau Dilanjutkan?

oleh -8 Dilihat
Presiden Jokowi bersama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, dua Bacapres yang digadang-gadang akan melanjutkan misi pemerintaha saat ini/Ist

Porostimur.com, Jakarta – Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan, visi misi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama hampir 10 tahun memimpin negeri ini tidak ada yang berhasil. Oleh sebab itu, tak layak sama sekali untuk diteruskan.

Anthony Budiawan pun lantas mengupas, satu per satu kegagalan misi Jokowi.

“Misalnya, Misi “Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum”, secara nyata tidak terwujud. Sebaliknya, demokrasi tenggelam. Indonesia menjadi semakin otoriter,” ucap Anthony dalam keterangan tertulis, Kamis (28/9).

“Berlandaskan Negara hukum” hanya omong kosong! Hukum di era Jokowi secara transparan membela kepentingan kekuasaan dan pemilik uang,” tambahnya.

Lanjut dia, mobil Esemka menjadi program musiman. Lima tahun tidak terdengar. Kemudian ramai lagi ketika memasuki Pilpres 2019.

Baca Juga  Praktisi Hukum Desak Pangdam Hentikan Pembangunan di Sungai Waitomu dan Minta Maaf ke Publik

“Misi mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera”, juga menjual kebohongan saja. Jumlah penduduk miskin menurut garis kemiskinan nasional (BPS) hanya turun 1,37 persen selama 2014-2019. Jauh lebih buruk dari prestasi presiden-presiden sebelumnya,” ungkapnya.

Jumlah penduduk miskin 2019, sambungnya, menurut garis kemiskinan internasional untuk negara berpendapatan menengah atas, dengan pendapatan di bawah Rp893.000 per orang per bulan, tercatat 141,3 juta penduduk atau 52,2 persen dari total penduduk.