Saat mendekati garis depan perang, ia mengunggah foto bersama tim Pasukan Pertahanan Israel, dengan pesan, “Ini bukan perang, ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.”
Investigasi visual yang dilakukan The New York Times menunjukkan bahwa selama enam minggu pertama perang di Gaza, Israel menggunakan “salah satu bom terbesar dan paling merusak” di wilayah selatan Jalur Gaza yang menurut militer dianggap aman bagi warga sipil, lapor Al Jazeera, Jumat (22/12/2023).
Jumlah Korban Meninggal Dunia

Suar pasukan Israel menerangi langit malam di Kota Gaza, Senin (6/11/2023). Pasukan Israel terus melakukan serangan terhadap Gaza untuk mengincar militan Hamas. (AP Photo/Abed Khaled)
“Temuan ini mengungkap bahwa bom seberat 2.000 pon (907 kg) merupakan ancaman besar bagi warga sipil yang mencari keselamatan di Gaza selatan,” tulis laporan itu.
Pihaknya menambahkan bahwa bom sebesar itu “hampir tidak pernah lagi dijatuhkan pasukan AS di daerah padat penduduk,” menurut para ahli amunisi. Ketika ditanya tentang penggunaan bom di Gaza selatan, tentara Israel mengatakan pada The Times bahwa prioritas Israel adalah menghancurkan Hamas.
Juga, “pertanyaan semacam ini akan dibahas pada tahap selanjutnya,” kata seorang juru bicara.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa 390 warga Palestina telah tewas dan 734 orang lainnya terluka dalam 48 jam terakhir, sementara komunikasi terhenti. Sebanyak 20.057 warga Palestina telah terbunuh dan 53.320 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza, kata pihaknya.









