MTN Lab x Rempah Gunung Tutup Inkubasi Musik di Ambon, Musisi Muda Didorong Tembus Industri Nasional

oleh -7 Dilihat
Musisi sekaligus mentor program, Tesla Manaf, menilai tantangan terbesar yang dihadapi ekosistem musik Ambon bukan terletak pada kualitas sumber daya manusianya, melainkan minimnya infrastruktur pendukung.

“Yang paling penting adalah karakter. Musisi harus memiliki identitas yang membuat karyanya berbeda dengan yang lain,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan penyanyi sekaligus mentor, Grace Sahertian. Ia mengaku terkesan dengan kualitas musikalitas para peserta yang datang dengan beragam warna musik, mulai dari ambient, etnik, hingga hip-hop.

Grace juga menyoroti semakin banyaknya musisi perempuan Maluku yang tidak hanya piawai bernyanyi, tetapi juga mampu memainkan instrumen musik dan menulis lagu dengan karakter kuat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa talenta besar tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan infrastruktur seperti studio latihan, fasilitas rekaman, dan panggung pertunjukan yang memadai.

Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi berkarya, membangun identitas diri, serta memahami strategi promosi sebagai bekal memasuki industri musik.

Baca Juga  PA GMNI Malut Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT NKA di Halmahera Timur, Ini Sebabnya!

Peserta Rasakan Dampak Inkubasi

Pendampingan selama lima hari memberikan pengalaman baru bagi para peserta.

Musisi asal Kota Tual, Argon, mengaku memperoleh banyak wawasan mengenai ekosistem industri musik, mulai dari teknik penulisan lagu hingga proses produksi modern yang sebelumnya belum pernah ia pelajari secara mendalam.

Ia berharap program serupa dapat digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak musisi dari wilayah kepulauan memperoleh kesempatan yang sama.

No More Posts Available.

No more pages to load.