Musisi Bing Leiwakabessy Meninggal Dunia, Ridho Hafiedz Berduka Kehilangan Idola dan Panutan

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ridho Hafiedz berduka. Musisi idolanya, Bing Leiwakabessy, meninggal dunia.

Kabar duka meninggal Bing Leiwakabessy dibagikan Ridho Hafiedz melalui akun media sosial Instagramnya, Kamis (21/1/2021) malam.

“RIP Bing Leiwakabessy,” tulis Ridho Hafiedz.

“Baru seujung kuku yang bisa gue bikin untuk Maluku. Tapi beliau sepanjang hayatnya mengabdikan diri untuk musik,” tulis gitaris Band Slank itu.

“Satu kehormatan dan kebanggaan untuk gue bisa berkarya dengan beliau,” tulis Ridho Hafiedz melanjutkan, “Selamat jalan Opa Bing Leiwakabessy.”

Ridho Hafiedz bertemu Bing Leiwakabessy yang biasa disapa Opa Bing pada 2011 ketika sedang pulang ke kampung halamannya di Ambon.

Saat itu Ridho Hafiedz seolah dibawa ke mimpi di masa lalu. Opa Bing adalah harapan Ridho Hafiedz mengenalkan Ambon ke penjuru dunia.

Medio 2013, Ridho Hafiedz mulai sering pulang ke Ambon. Kala itu setiap tahun, Ridho Hafiedz bisa bolak-balik Jakarta-Ambon hingga empat kali.

Saat berada di Ambon, seluang mungkin, Ridho Hafiedz akan menemui Opa Bing.

Baca Juga  Erdogan Dinobatkan Sebagai Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Nama Opa Bing memang tidak sepopuler Ridho Hafiedz di industri musik Indonesia.

Namun, Ridho Hafiedz justru menyebut Opa Bing sebagai mahaguru di panggung musik negeri ini.

Di tanah Ambon, Opa Bing dikenal sebagai pemain still pedal yang kerap memainkan Hawaian music. Di usia senjanya, Opa Bing bahkan masih tetap produktif bermusik.

Sejak umur empat tahun, Ridho Hafiedz senang mendengar lagu-lagu Hawaian, seperti Josh De Fretes, yang sering diputar ayahnya.

Lagu Hawaian akhirnya melekat di telinga sejak masa kecil dan kelak membawa Ridho Hafiedz mengenal karya lagu Opa Bing, seperti Hasil Maluku dan Bisik-bisik Aku Sayang.

“Sampai akhirnya gue bertemu Opa Bing yang khas memainkan musik Hawaian saat ke Ambon,” kata Ridho Hafeidz berbincang bersama Wartakotalive.com belum lama ini.

Sambil berbincang, Ridho Hafiedz membawa sejumlah foto dan rekaman video, serta lagu asli Ambon, yang memperlihatkannya sedang berduet bersama Opa Bing.

Baca Juga  Gabriella Larasati Diperiksa Terkait Kasus Video Syur, Polisi Bilang Begini

Meski usianya sudah lebih dari 90 tahun, Opa Bing terlihat sehat dan bugar. Obrolan Opa Bing bersama Ridho Hafiedz bahkan masih lancar.

Album Legacy

Ridho Hafiedz bersama Abdee Negara dan Bimbim saat jumpa pers SLANK HUT NTT 361 with Sumba Humba Eco Festival di Potlot Slank, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).
Ridho Hafiedz bersama Abdee Negara dan Bimbim saat jumpa pers SLANK HUT NTT 361 with Sumba Humba Eco Festival di Potlot Slank, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019). (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Foto dan video itu diambil ketika Ridho Hafiedz berbincang dan memainkan gitar dan still pedal bersama Opa Bing didepan tempat yang bernama Negeri Hila.

Ridho menyebut lokasi itu spot toleransi beragama. Bersama Opa Bing, Ridho bermain gitar di Amsterdam, benteng peninggalan kolonial Belanda di Maluku.

Didekat Benteng Amsterdam, berdiri masjid tua yang dibangun tanpa paku.

Disebelah bangunan masjid itu, berdiri Gereja Immanuel. Gambar itu mengingatkan pada Katedral dan Istiqlal di Jakarta.

Sejak pendudukan kolonial Belanda, masyarakat di Ambon sudah mengenal toleransi beragama.

Setelah berhasil ‘menemukan’ keberadaan Opa Bing di Ambon, Ridho Hafiedz kemudian mewujudkan mimpinya.

Disebelah bangunan masjid itu, berdiri Gereja Immanuel. Gambar itu mengingatkan pada Katedral dan Istiqlal di Jakarta.

Sejak pendudukan kolonial Belanda, masyarakat di Ambon sudah mengenal toleransi beragama.

Baca Juga  KAMMI Kota Ambon serukan suksesi Pesparani Nasional I

Setelah berhasil ‘menemukan’ keberadaan Opa Bing di Ambon, Ridho Hafiedz kemudian mewujudkan mimpinya.

Tidak hanya merekam karya musik bersama di compact disc, Ridho Hafiedz juga menulis buku tentang kecintaannya pada Hawaian music dan keindahan toleransi di Ambon.

Ada 8 lagu lawas Ambon yang direkam ulang Ridho Hafiedz dan dua lagu ciptaan Opa Bing di album berjudul Legacy.

Semua lagu di remake tanpa vokal. Hanya ada suara still pedal Hawaian music Opa Bing dan gitar blues yang dimainkan Ridho Hafiedz di semua lagu yang ada di album Legacy.

“Kami generasi berbeda, yang memainkan musik dari genre berbeda pula, latar-belakang kami juga jauh berbeda, tetapi kami bersatu lewat musik,” ujar Ridho Hafiedz.

Spot di Negeri Hila itu juga menggambarkan toleransi beragama yang bisa jadi contoh negeri ini.

Lewat album Legacy, Ridho Hafiedz ingin mengenalkan Opa Bing dan Ambon, atau timur Indonesia ke dunia melalui musik.

(red/wartakotalive)