Narsisme

oleh -55 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Hari ini Suharto genap berusia 100 tahun. Itu kalau dia.hidup. Tapi dia pernah hidup lama. Dan lama juga menjadi diktator.

Dia gemar mengutip kata-kata indah. Seperti yang saya lihat di kuburannya belum lama ini.

Orang harus hidup dengan kebaikan, katanya. Karena kebaikan itu bekal hidup.

Indah bukan?

Tidak mengejutkan kalau ini dikatakan oleh seorang diktator kejam yang hidupnya selalu tersenyum. Ia yakin bahwa yang dia lakukan itu benar.

Iya yakin pembantaian massal yang dia lakukan itu tepat. Tidak sedikitpun ia merasa bersalah.

Moralnya adalah kekejian itu sendiri.

Baca Juga  Atasi Banjir Maba Tengah, Bupati Ubaid Instruksikan Kanal hingga Batasi Aktivitas Perusahaan

Di jaman sekarang ini kita banyak melihat hal yang sama. Pejuang demokrasi merasa harus mengawasi sesama pejuang demokrasi. Dia menjustifikasi diri sebagai yang benar.

Dan dia mengadili orang lain dengan justifikasinya itu.

Banyak hal yang sama kita saksikan di sekitar kita. Orang senang membagi informasi palsu demi memuaskan kepentingannya sendiri. Bahkan bukan untuk kepentingan ideologisnya. Hanya kepentingan ego-nya.

Aktivis lingkungan yang sangat radikal bisa diam-diam menjadi pembela plastik. Penggiat HAM menjadi pembela jendral pembunuh. Akademisi tajir ternyata adalah plagiator.