Di tengah tingkat kepercayaan publik yang anjlok untuk beberapa survei atas kebijakannya yang “pro-rakyat” (MBG, misalnya), kemungkinan Prabowo akan meningkatkan elektabilitas dan kepercayaan publik kepadanya dengan menggandeng NU pada kontestasi Pilpres tahun 2029 yang akan datang.
NU membaca ini dengan cepat, sehingga memikat hati Presiden Prabowo lewat “Kertanu” (Kereta NU) agar NU tetap menjadi mitra strategis sekaligus koalisi politik. NU pasti ingin menempatkan kader terbaiknya membersamai Prabowo. Jika tawaran itu diterima Prabowo berarti peluang untuk partai atau ormas lain tak akan mampu lagi membuat Presiden Prabowo mendua hati dan berselingkuh selain setia dengan NU dan PKB. Jika bukan Gus Kikin, ya Cak Imin yang akan mendampingi Prabowo di 2029. Wallahu a’lam!
Ciputat, 1 September 2026










