Nusantara

oleh -361 views

Untuk pendukung presiden, ibu kota negara adalah langkah besar untuk mengembalikan kejayaan negara. Untuk penentangnya, ini adalah upaya sia-sia yang tidak ada gunanya.

Saya membaca Buku Saku Ibu Kota negara. Banyak konsep-konsep besar dituangkan disana. Seperti, IKN Nusantara akan menjadi “Superhub” penghubung antara yang lokal dan yang global. IKN menjadi “center”-nya. Dalam bahasa buku saku tersebut, “Superhub IKN bersifat locally integrated, globally connected, dan universally inspired.”

Ambisi untuk membangun ibu kota ini sangat besar. Coba lihat saja targetnya. Dalam tahun 2045 (100 tahun Indonesia!), IKN ini diproyeksikan menjadi “kota terdepan dunia dalam hal daya saing; 10 besar ‘liveable city’ di dunia; dan mencapai net zero-carbon emission dan 100% energi terbarukan pada kapasitas terpasang – kota pertama di dunia dengan jumlah penduduk >1jt jiwa yang akan mencapai target ini.”

Baca Juga  Komisi III DPRD Maluku Minta PD Panca Karya Serahkan Business Plan dan Laporan Keuangan

Luar biasa indah kalau ini tercapai, bukan?

Saya tidak berpandangan terlalu jauh. Dalam buku saku tersebut disebutkan beaya untuk membangun ibu kota baru ini. Itu adalah Rp 466 trilyun.

Saya bisa membayangkan skala ekonomi yang bisa digerakkan dengan uang sebanyak itu. Yang langsung masuk di benak saya adalah siapa yang akan mendapatkan porsi dari uang sebanyak itu?

No More Posts Available.

No more pages to load.