Operasional Bus Listrik di Indonesia Lebih Mahal, Ini 5 Tantangannya

oleh -269 views

Porostimur.com, Jakarta – Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengungkapkan bahwa penggunaan bus listrik di Indonesia memiliki ongkos operasional yang lebih mahal bila dibandingkan dengan bus konvensional.

Penerapan bus listrik juga memiliki tantangan tersendiri yang masih harus dibenahi ke depannya.

“Ada beberapa tantangan untuk penggunaan E-Bus ini mulai dari modal, infrastruktur, hingga ketersediaan armada,” kata Direktur ITDP Faela Sufa dalam webinar Busworld South East Asia hari ini, Rabu, 23 Februari 2022.

Menurut Faela, tantangan pertama yang harus dihadapi dalam pemberlakuan bus listrik di Indonesia adalah modal. Pada bus konvensional, modal digunakan untuk pengadaan armada dan perawatannya. Namun untuk bus listrik, modal juga termasuk untuk baterai dan beberapa investasi lain untuk infrastruktur pengisian daya.

Kemudian tantangan kedua adalah infrastruktur pendukung, yakni diperlukan stasiun pengisian baterai yang saat ini masih belum banyak tersedia. Sedangkan pengisian BBM bus konvensional dapat dilakukan di SPBU.

Baca Juga  3 Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz, Trump: Iran Dipimpin Orang-orang Gila!

Tantangan selanjutnya, menurut Faela, adalah soal kontrak. Pada model bus konvensional, regulasi mengatur maksimal kontraknya 10 tahun. Sedangkan pada bus listrik, kontrak mencapai 14-16 tahun dalam 2 kali siklus hidup baterai.

No More Posts Available.

No more pages to load.