Pakar Lingkungan Abraham Tulalessy Beberkan Hasil Peninjauan Pembangunan Sungai Waitomu

oleh -15 Dilihat
Pakar lingkungan Abraham Tulalessy menilai, pembangunan dan pemanfaatan kawasan sungai harus dilihat secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat, ketentuan hukum, serta aspek kelestarian lingkungan.

Abraham mengungkapkan, dari hasil peninjauan langsung yang dilakukannya, ketinggian air Sungai Waitomu ketika pasang tercatat mencapai sekitar 1,57 meter.

Ia mengaku, berdasarkan pengamatan selama ini, kondisi air pasang yang bersamaan dengan hujan deras tidak pernah menyebabkan air melampaui ketinggian tersebut.

“Ketika air pasang berhadapan dengan hujan deras, berdasarkan pengamatan saya selama ini, air tidak pernah melewati ketinggian Sungai Waitomu,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pengamatan tersebut, Abraham mengaku telah turun ke lapangan bersama 45 mahasiswa dan empat tenaga survei dari Pusat Studi Lingkungan (PSL).

Peninjauan itu mencakup pengukuran lebar sungai, tinggi bentangan, hingga panjang sungai guna memperoleh gambaran kondisi fisik kawasan yang menjadi lokasi pekerjaan konstruksi.

Baca Juga  17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN II, Ditargetkan Lahirkan 17 Inovasi Strategis

Abraham Tanggapi Sorotan Tiang Konstruksi dan Jaring Penahan Sampah

Selain persoalan ketinggian air, Abraham juga menanggapi sorotan terhadap keberadaan tiang konstruksi di bagian bawah bangunan yang sebelumnya menjadi perhatian Balai Wilayah Sungai (BWS).

Ia mempertanyakan anggapan bahwa keberadaan tiang tersebut dapat mengurangi kecepatan arus dan menghambat aliran air Sungai Waitomu.

Menurut penjelasannya, tiang yang terlihat di lokasi merupakan penyangga sementara yang digunakan untuk menopang kebutuhan pekerjaan pengecoran konstruksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.