Tiang tersebut, kata dia, tidak dirancang sebagai bagian permanen dari bangunan dan akan dilepas setelah proses pengecoran selesai serta beton mengering.
“Yang ada itu hanya tiang penyangga untuk proses pengecoran. Setelah pengecoran selesai dan beton mengering, tiang tersebut akan dicopot,” jelasnya.
Abraham juga menyinggung persoalan pengendalian sampah di kawasan sungai. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Kodam XV/Pattimura untuk mengetahui langkah antisipasi terhadap sampah yang terbawa arus.
Dari komunikasi tersebut, ia memperoleh penjelasan bahwa pihak Kodam telah menyiapkan jaring penahan sampah untuk mengantisipasi masuknya sampah melalui aliran sungai.
“Pihaknya sudah menyiapkan jaring penahan sampah di sungai,” ungkap Abraham.
Menurutnya, langkah pengendalian sampah tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai, terutama di kawasan perkotaan.
Pembangunan Waitomu Harus Berbasis Kajian Ilmiah
Pandangan Abraham menambah perspektif dalam polemik pembangunan kawasan Sungai Waitomu yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Kota Ambon.
Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut penataan kawasan dan kepentingan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kapasitas sungai, keselamatan warga, serta keberlanjutan lingkungan.









