Porostimur.com, Teheran – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan seluruh pangkalan militer Inggris yang digunakan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sebagai target sah.
Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan bahwa pesawat pembom strategis B-1 Lancer milik AS lepas landas dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris, sebelum menjalankan operasi militer terhadap Iran.
IRGC menuding Inggris telah terlibat langsung dalam mendukung operasi militer Washington dan Tel Aviv. Karena itu, setiap fasilitas militer yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran disebut akan diperlakukan sebagai sasaran yang sah.
Menurut IRGC, data pelacakan penerbangan menunjukkan sebuah pembom B-1 meninggalkan RAF Fairford pada Selasa malam menuju kawasan Timur Tengah. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut memperingatkan bahwa setiap negara yang memberikan dukungan terhadap operasi militer terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi.
Ia menegaskan Teheran akan membalas setiap serangan berdasarkan prinsip timbal balik dan menganggap seluruh pihak yang terlibat sebagai bagian dari agresi terhadap Iran.









