Paradigma Roh Dalam Kebudayaan Maluku

oleh -29 Dilihat

Aroha dari kata Roh, Ruh. Ia bukan chip atau program yang dipasang ke media elektronik dengan berbagai macam kabel. Ia bersifat nirkabel, nirmateri. Sebab ia bukan fisis. Ia spirit, bahkan lebih dari spirit. Roh itu sendiri yang menyebabkan spirit menjadi spirit. Karena roh begitu penting dalam falsafah kehidupan orang Maluku, maka kita selalu memanggilnya dalam setiap peringatan, dan upacara-upacara adat.

Aroha dalam beberapa keyakinan juga dianggap sebagai jalan. Jalan spiritual menuju spirit roh para leluhur. Jadi aroha adalah peringatan dan penyatuan dengan roh para leluhur. Dengan demikian, sebenarnya, makna dasar ritual aroha bukanlah peringatan kepada jasad nenek moyang. Sebab jasad mereka telah dimakan cacing, berkalang tanah. Akan tetapi yang kita peringati adalah roh mereka. Dan roh mereka adalah sesuatu yang lain. Ia tak empiris, namun kita mampu menghubungkan diri dengan roh itu.

Baca Juga  Lantik Pengurus Golkar Maluku, Bahlil Lahadalia Boyong Sejumlah Menteri ke Ambon

Setiap manusia memiliki roh. Oleh karena itu maka roh kita mampu berhubungan dengan roh lainnya. Persoalannya, apa yang mampu menghubungkan tiap-tiap roh itu dengan diri kita? Disinilah letak kejeniusannya para upu-upu yang telah mewariskan paradigma semacam itu kepada kita, lalu mengaktualisasikannya dalam pola relasi anak cucunya, yang kokoh dalam pranata ritual adat-istiadatnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.