Konektifitas perhubungan antar roh–selalu–adalah dengan mengucapkan beberapa mantra. Mantra-mantra itu kini dikenal dan dibahasakan dalam berbagai macam tradisi; kaum agamawan menyebutnya wasilah, sementara ilmuan menyebutnya kodetifikasi, dan dalam tradisi digital menyebutnya password. Intinya, satu kata kunci yang dapat menghubungkan satu saluran dengan saluran lainnya. Begitu pula yang terjadi pada roh kita. Ketika kita mampu menemukan mantranya, maka kita akan mampu melejit menembus cakrawala roh yang tak berhingga.
*
Manusia Abad 21, sebagian besar, akan menertawakan cerita-cerita yang datang dari Abad yang disebut kuno: tentang piramida, bait solomon, istana balqis, candi sewu, isra’ mi’raj, berjalan di atas air, mengendarai awan, dan banyak lagi semacam itu sebagai tahayul, dongeng, legenda, mitos. Namun mungkin saja, kecanggihan teknologi saat ini bagi manusia 1000 Tahun lalu pun adalah tahayul dan mitos.
Manusia zaman itu, menurut kita, mustahil mampu berkomunikasi secara visual atau audio visual dengan manusia lain yang berbeda pulau, jarak, waktu. Jika saya hidup pada abad 15 atau abad 21 SM, dan saya sedang berada di pulau kecil seperti Ambon, namun mampu berinteraksi; bercakap-cakap sambil menikmati lezatnya ‘roti bale-bale’ panas (sejenis pizza, khas orang Maluku) dan atau bertatap wajah dengan teman saya yang saat ini ada di Jepang, Amerika, atau Mesir, maka menurut manusia saat ini itu adalah kemustahilan, hanyalah cerita mitos dan tahayul, mengada-ada.








