Patahuwe-Lisabata: Ketika Negara Tak Cukup Memadamkan Api

oleh -110 Dilihat
Oleh: Mario J. Kakisina, Jurnalis Porostimur.com

Oleh: Mario J. Kakisina, Jurnalis Porostimur.com

Konflik antara warga Patahuwe dan Lisabata di Kabupaten Seram Bagian Barat kembali meninggalkan luka. Rumah terbakar, warga terluka, ketakutan kembali menyelimuti masyarakat, sementara rasa aman yang semestinya menjadi hak setiap warga negara kembali dipertaruhkan.

Yang lebih menyakitkan, konflik semacam ini bukan sesuatu yang sama sekali baru. Karena itu, ketika kekerasan kembali terjadi, pertanyaan publik semestinya tidak berhenti pada siapa yang memulai atau siapa yang harus bertanggung jawab. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: mengapa konflik terus berulang dan mengapa negara belum mampu memutus mata rantai kekerasan tersebut?

Di sinilah negara perlu melihat persoalan Patahuwe-Lisabata bukan semata-mata sebagai bentrokan massa atau gangguan keamanan, melainkan sebagai konflik sosial yang memiliki akar, sejarah, relasi, kepentingan, trauma, dan konsekuensi jangka panjang.

Negara tidak boleh kalah dengan perusuh. Namun, ketegasan negara juga harus disertai kemampuan membaca konflik secara tepat. Sebab negara mungkin dapat menghentikan bentrokan hari ini, tetapi jika akar persoalannya tidak disentuh, perdamaian hanya akan menjadi jeda sebelum kekerasan berikutnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.