Patahuwe-Lisabata: Ketika Negara Tak Cukup Memadamkan Api

oleh -110 Dilihat
Oleh: Mario J. Kakisina, Jurnalis Porostimur.com

Jangan Hanya Memadamkan Api

Lewis A. Coser melihat konflik sebagai bagian dari dinamika hubungan sosial. Konflik dapat muncul karena pertentangan kepentingan, nilai, maupun hubungan antarkelompok. Dalam kondisi tertentu, konflik bahkan dapat membuka persoalan yang selama ini tersembunyi. Karena itu, bentrokan yang terjadi seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan keamanan, tetapi juga sebagai tanda bahwa ada persoalan sosial yang belum selesai.

Masalah menjadi jauh lebih serius ketika konflik berubah menjadi kekerasan. Ketika perbedaan kepentingan tidak lagi disalurkan melalui dialog dan mekanisme hukum, tetapi melalui pembakaran, penyerangan, penganiayaan atau pengerahan massa, maka negara tidak cukup hanya bertanya bagaimana menghentikan bentrokan. Negara harus bertanya: persoalan apa yang membuat kekerasan itu terus menemukan jalan untuk muncul kembali?

Baca Juga  Pulau Karang Kembali Muncul di Perairan Tayando Yamru, Warga Minta Tim Geologi Turun Meneliti

Johan Galtung membantu menjelaskan persoalan tersebut melalui konsep kekerasan langsung, struktural dan kultural. Rumah yang dibakar, warga yang terluka dan fasilitas yang dirusak adalah kekerasan langsung yang mudah terlihat. Namun, di baliknya bisa terdapat ketidakpercayaan, ketidakadilan, lemahnya institusi, komunikasi yang buruk, diskriminasi, bahkan narasi kebencian yang terus diproduksi dan diwariskan.

No More Posts Available.

No more pages to load.