PDI Perjuangan Maluku Gelar Refleksi Kudatuli, Benhur Watubun: Demokrasi Jangan Dicabik-cabik

oleh -19 views
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Benhur George Watubun, menegaskan Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan demokrasi Indonesia yang tidak boleh dilupakan.

Benhur: Kudatuli Tonggak Perjuangan Demokrasi

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Benhur George Watubun, menegaskan Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan demokrasi Indonesia yang tidak boleh dilupakan.

Menurutnya, peristiwa 27 Juli 1996 menjadi simbol perlawanan terhadap pembungkaman demokrasi sekaligus menandai perjuangan politik yang dipimpin Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Ibu Megawati menjadi simbol perjuangan demokrasi dengan keyakinan dan kesadaran revolusioner dalam menghadapi tekanan kekuasaan saat itu,” ujarnya.

Benhur menilai, setelah hampir tiga dekade Reformasi bergulir, sejumlah nilai demokrasi yang dahulu diperjuangkan mulai mengalami kemunduran.

“Kita suka atau tidak suka, nilai-nilai yang diperjuangkan pada Reformasi 1998 perlahan mulai mengalami pengikisan. Karena itu demokrasi harus terus dijaga dan tidak boleh dicabik-cabik,” tegasnya.

Baca Juga  Komisi III DPRD Maluku Minta KMP Bahtera Nusantara Kembali Berlayar Pertengahan Agustus

Soroti Peran Anak Muda dan Posisi PDIP

Dalam kesempatan itu, Benhur juga menekankan bahwa PDI Perjuangan sejak awal lahir dari semangat perjuangan bersama kaum muda. Karena itu, ruang dialog dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan demokrasi.

“Perkembangan demokrasi dan kedaulatan rakyat adalah segala-galanya. Budaya saling mengkritik dan berdiskusi harus terus dipertahankan, dan anak-anak muda memiliki peran penting dalam mengembangkan demokrasi,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.