Benhur: Kudatuli Tonggak Perjuangan Demokrasi
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Benhur George Watubun, menegaskan Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan demokrasi Indonesia yang tidak boleh dilupakan.
Menurutnya, peristiwa 27 Juli 1996 menjadi simbol perlawanan terhadap pembungkaman demokrasi sekaligus menandai perjuangan politik yang dipimpin Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Megawati menjadi simbol perjuangan demokrasi dengan keyakinan dan kesadaran revolusioner dalam menghadapi tekanan kekuasaan saat itu,” ujarnya.
Benhur menilai, setelah hampir tiga dekade Reformasi bergulir, sejumlah nilai demokrasi yang dahulu diperjuangkan mulai mengalami kemunduran.
“Kita suka atau tidak suka, nilai-nilai yang diperjuangkan pada Reformasi 1998 perlahan mulai mengalami pengikisan. Karena itu demokrasi harus terus dijaga dan tidak boleh dicabik-cabik,” tegasnya.
Soroti Peran Anak Muda dan Posisi PDIP
Dalam kesempatan itu, Benhur juga menekankan bahwa PDI Perjuangan sejak awal lahir dari semangat perjuangan bersama kaum muda. Karena itu, ruang dialog dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan demokrasi.
“Perkembangan demokrasi dan kedaulatan rakyat adalah segala-galanya. Budaya saling mengkritik dan berdiskusi harus terus dipertahankan, dan anak-anak muda memiliki peran penting dalam mengembangkan demokrasi,” katanya.









