“Pekerja ini yang akan menjalankan kegiatan operasional di dalam terminal, sehingga peningkatan pengetahuan dan kompetensi sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja terminal, ” kata Adji.
Dengan penataan ini, lanjut dia, maka seluruh terminal peti kemas yang dikelola oleh SPTP akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing.
Hal itu akan memudahkan kontrol dan monitoring bagi SPTP selaku operator maupun perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa. Kemudian, pelayanan peti kemas di Pelabuhan Ternate menjadi lebih efektif dan efisien.
“Kami juga akan membenahi aspek keselamatan dan kesehatan kerja, karena kita tahu pelabuhan adalah area yang memiliki risiko kerja cukup tinggi, harapan kami tingkat kecelakaan kerja di Pelabuhan Ternate dapat diminimalkan sehingga terwujud pelabuhan dengan kecelakaan nihil atau zero accident,” lanjutnya.
Sementara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate Rushan Muhammad menyebut pengoperasian Pelabuhan Ternate oleh PT Pelindo Terminal Petikemas harus memberikan perubahan ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, penataan pelabuhan menjadi hal utama yang harus segera dapat diwujudkan. Pelabuhan sebagai area yang terbatas harus bebas dari aktivitas pihak-pihak yang tidak berkepentingan.









