“Luhut harus menyadari seribu dan sejuta mata rakyat sedang terus membuntuti, mengamati, membaca bahkan sebagian rakyat sudah sampai pada klimak kemarahannya harus menangkapnya,” jelas Sutoyo.
Dilorong yang gelap penampilannya akan semakin semu, menunjukkan tanda tanda kepanikan (wajah pucat dan kosong), ragu mengambil keputusan dan ketakutan. Percaya atau tidak tiba waktunya Luhut akan masuk perangkap yang di buatnya sendiri.
Ia mengatakan, semua rekayasa jualan Jokowi dengan pencitraan fiksinya, berlindung dengan penampilan, ucapan / bicara tentang kebajikan, kejujuran dan kebenaran semuanya sudah terbongkar dan terbaca oleh rakyat, tidak lagi bisa menjadi topeng yang sempurna dalam dunia politiknya .
“Bayang bayang dalam bayang, karena manuvernya tinggal bayang bayang, tidak lagi memiliki kekuatan yang kokoh bahkan akan segera roboh. LBP saat ini berada dalam lorong yang gelap dan akan semakin gelap. Terperangkap dalam penyesatan dirinya sendiri, benar benar dalam bahaya,” pungkasnya.
(red/suaara nusantara/keuangan news)




